01. Kereta Api Bengawan

01. Kereta Api Bengawan


02. Kereta Api Bengawan

02. Kereta Api Bengawan


03. Stasiun Solo Jebres

03. Stasiun Solo Jebres


04. Stasiun Solo Jebres

04. Stasiun Solo Jebres


05. Stasiun Solo Jebres

05. Stasiun Solo Jebres


06. Stasiun Solo Jebres

06. Stasiun Solo Jebres


07. Stasiun Solo Jebres

07. Stasiun Solo Jebres


08. Perempatan RS. Dokter OEN

08. Perempatan RS. Dokter OEN


09. PO Langsung Jaya

09. PO Langsung Jaya


10. Menuju Terminal Tawangmangu

10. Menuju Terminal Tawangmangu


11. Tiba Di Terminal Tawangmangu

11. Tiba Di Terminal Tawangmangu


12. Tiba Di Terminal Tawangmangu

12. Tiba Di Terminal Tawangmangu


13. Pos Pemantau Cemoro Sewu

13. Pos Pemantau Cemoro Sewu


14. Pos Pemantau Cemoro Sewu

14. Pos Pemantau Cemoro Sewu


15. Pos Pemantau Cemoro Sewu

15. Pos Pemantau Cemoro Sewu


16. Perjalan Malam Gunung Lawu

16. Perjalan Malam Gunung Lawu


17. Camp Di Pos 3 Watu Gede

17. Camp Di Pos 3 Watu Gede


18. Camp Di Pos 3 Watu Gede

18. Camp Di Pos 3 Watu Gede


19. Camp Di Pos 3 Watu Gede

19. Camp Di Pos 3 Watu Gede


20. Camp Di Pos 3 Watu Gede

20. Camp Di Pos 3 Watu Gede


21. Perjalanan Menuju Sendang Drajat

21. Perjalanan Menuju Sendang Drajat


22. Perjalanan Menuju Sendang Drajat

22. Perjalanan Menuju Sendang Drajat


23. Perjalanan Menuju Sendang Drajat

23. Perjalanan Menuju Sendang Drajat


24. Perjalanan Menuju Sendang Drajat

24. Perjalanan Menuju Sendang Drajat


25. Perjalanan Menuju Sendang Drajat

25. Perjalanan Menuju Sendang Drajat


26. Perjalanan Menuju Sendang Drajat

26. Perjalanan Menuju Sendang Drajat


27. Perjalanan Menuju Sendang Drajat

27. Perjalanan Menuju Sendang Drajat


28. Tiba Di Sendang Drajat

28. Tiba Di Sendang Drajat


29. Tiba Di Sendang Drajat

29. Tiba Di Sendang Drajat


30. Tiba Di Sendang Drajat

30. Tiba Di Sendang Drajat


31. Tiba Di Sendang Drajat

31. Tiba Di Sendang Drajat


32. Tiba Di Sendang Drajat

32. Tiba Di Sendang Drajat


33. Tiba Di Sendang Drajat

33. Tiba Di Sendang Drajat


34. Tiba Di Hargo Dalem

34. Tiba Di Hargo Dalem


35. Tiba Di Hargo Dalem

35. Tiba Di Hargo Dalem


36. Tiba Di Hargo Dalem

36. Tiba Di Hargo Dalem


37. Tiba Di Hargo Dalem

37. Tiba Di Hargo Dalem


38. Warung Mbo Yem

38. Warung Mbo Yem


39. Tiba Di Hargo Dumilah

39. Tiba Di Hargo Dumilah


40. Tiba Di Hargo Dumilah

40. Tiba Di Hargo Dumilah


41. Tiba Di Hargo Dumilah

41. Tiba Di Hargo Dumilah


42. Tiba Di Hargo Dumilah

42. Tiba Di Hargo Dumilah


43. Edelweis Gunung Lawu

43. Edelweis Gunung Lawu


44. Tikungan Selo

44. Tikungan Selo


45. Tiba Di Pos 4 Cokrosuryo

45. Tiba Di Pos 4 Cokrosuryo


46. Tiba Di Pos 4 Cokrosuryo

46. Tiba Di Pos 4 Cokrosuryo


47. Jalur Pendakian Lewat Cemoro Kandang

47. Jalur Pendakian Lewat Cemoro Kandang


48. Jalur Pendakian Lewat Cemoro Kandang

48. Jalur Pendakian Lewat Cemoro Kandang


49. Tiba Di Pos 3 Penggik

49. Tiba Di Pos 3 Penggik


50. Tiba Di Pos 3 Penggik

50. Tiba Di Pos 3 Penggik


51. Tiba Di Pos 3 Penggik

51. Tiba Di Pos 3 Penggik


52. Tiba Di Pos 3 Penggik

52. Tiba Di Pos 3 Penggik


53. Jurang Gunung Lawu

53. Jurang Gunung Lawu


54. Papan Puncak Lawu

54. Papan Puncak Lawu


55. Pos Bayangan

55. Pos Bayangan


56. Istirahat Sejenak

56. Istirahat Sejenak


57. Papan Peringatan Gunung Lawu

57. Papan Peringatan Gunung Lawu


58. Pos 2 Taman Sari Atas

58. Pos 2 Taman Sari Atas


59. Tiba Di Pos 2 Taman Sari Atas

59. Tiba Di Pos 2 Taman Sari Atas


60. Tiba Di Pos 2 Taman Sari Atas

60. Tiba Di Pos 2 Taman Sari Atas


61. Pos 1 Taman Sari Bawah

61. Pos 1 Taman Sari Bawah


62. Tiba Di Pos 1 Taman Sari Bawah

62. Tiba Di Pos 1 Taman Sari Bawah


63. Tiba Di Pos 1 Taman Sari Bawah

63. Tiba Di Pos 1 Taman Sari Bawah


64. Tiba Di Pos 1 Taman Sari Bawah

64. Tiba Di Pos 1 Taman Sari Bawah


65. Tiba Di Cemoro Kandang

65. Tiba Di Cemoro Kandang


66. Tiba Di Cemoro Kandang

66. Tiba Di Cemoro Kandang


67. Tiba Di Cemoro Kandang

67. Tiba Di Cemoro Kandang


68. Pos Polisi Cemoro Kandang

68. Pos Polisi Cemoro Kandang


69. Suasana Sekitar Cemoro Kandang

69. Suasana Sekitar Cemoro Kandang


70. Suasana Sekitar Cemoro Kandang

70. Suasana Sekitar Cemoro Kandang


71. Suasana Sekitar Cemoro Kandang

71. Suasana Sekitar Cemoro Kandang

Pendakian Gunung Lawu Juli 2010 (Menggapai Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling Hargo Dumilah). Sempat tertunda karena berbagai faktor keterbatasan, rencana awal kami berencana untuk mendaki gunung lawu pada tanggal 15 – 18 Juli 2010. Akhirnya kami mendaki gunung lawu pada tanggal 22 – 25 Juli 2010, naik lewat cemoro sewu dan turun lewat cemoro kandang. Terimakasih kami ucapkan kepada teman – teman yang telah membantu, terutama kepada Joko Purnama (Jongki) yang setia menemai pendakian gunung lawu, Mas Denny yang bertemu di cemoro sewu dan bersedia untuk ikut mendaki bersama, Fajar Galih Permana (Angga) atas kamar kontrakan dan makanan selama kami menginap, Arthura Ardi Rizandha (Tura) atas bantuan materi nya, Mas Ndu & Mba Nur atas bantuan materi dan imateri, serta terimakasih juga kami ucapkan kepada Mas Dodo dan Istri, maaf kalau selama kami di solo selalu merepotkan. Saya dan Joko Purnama melakukan pendakian gunung lawu pada tanggal 22 – 25 Juli 2010, sebenarnya ini acara yang sangat meriah karena sebelumnya banyak teman – teman yang bersedia untuk mengikuti acara ini, tapi tanpa disangka – sangka dan tak diduga ternyata yang dapat ikut hamya 2 orang saja. 2 orang? iya 2 orang, berdua pun tak menyurutkan niat kami untuk mendaki gunung lawu yang memilliki ketinggian 3265 meter diatas permukaan laut. Beruntung kami bertemu dengan Mas Denny orang asli solo yang kebetulan ingin mendaki gunung lawu juga, alhasil kami menjadi bertiga mendaki gunung lawu. Alhamdulillah kami bertiga sampai di puncak hargo dumilah, puncak tertinggi gunung lawu. Kami sempat bermalam/ menginap di rumah saudara (Angga) yang kebetulan kuliah di UNS, dan kebetulan juga ada tetangga rumah (Senior PALAKAS) Mas Ndu beserta istri dan ditemani oleh Tura ingin pulang kampung yang berada di karang anyar, solo. Lalu kami memutuskan untuk mampir ketempatnya. Rencana yang tadinya ingin berada di solo selama 4 hari berubah menjadi 10 hari.

Transportasi
Naik kereta api Bengawan dengan biaya Rp. 37.000 dari stasiun tanah abang turun di stasiun solo jebres, lalu alan kaki sekitar 300 meter menuju prempatan RS. Dokter OEN atau naik angkot warna kuning. Dari prempatan RS. Dokter OEN dilanjut dengan menggunakan bus PO. Langsung Jaya turun di terminal tawangmangu dengan membayar Rp. 8.000/ orang. Dari terminal tawangmangu dilanjut dengan angkot berwarna putih menuju cemoro kandang atau cemoro sewu dengan mambayar Rp. 7.000/ orang.

Perijinan
Membayar administrasi sebesar Rp. 5.000/ orang

Jarak Tempuh/ Pos Via Cemoro Sewu
Pos Pemantauan – Pos 1 = 1,99 Km
Pos 1 – Pos 2 = 2,0 Km
Pos 2 – Pos 3 = 0,7 Km
Pos 3 – Pos 4 = 1,2 Km
Pos 4 – Pos 5 = 0,3 Km
Pos 5 – Puncak = 0,8 Km

Pos Via Cemoro Kandang
Puncak – Perapatan
Perapatan – Cokrosuryo
Cokrosuryo – Penggik
Penggik – Taman sari atas
Taman sari atas – Taman sari bawah
Taman sari bawah – Pos cemoro kandang

Suhu di puncak rata – rata 4°C – 5°C. Jarak pendakian gunung lawu dari posko cemoro sewu + 6,990 Km. Jarak tempuh perjalanan ± 4 – 5 jam (Cepat) ± 7 – 9 jam (Normal). Lewatlah jalur atau route yang telah ada karena sangat berbahaya, banyak jurang yang tertutup semak. Apabila para pendaki ada yang diikuti burung “Jalak Gading” JANGAN DIGANGGU sebab dapat menyesatkan. Jalan di route ini adalah jalan yang berbatu.

Tempat – Tempat Sakral Di Gunung Lawu
Hargo Dalem
Hargo dalem adalah suatu tempat yang sakral dimana tempat tersebut ada sebuah makam atau petilasan PRABU BRAWIJAYA V. Konon tempat ini dipercaya sebagai tempat bertapanya PRABU BRAWIJAYA V (Eyang Lawu) tempat tersebut sampai sekarang masih dipercaya untuk melakukan upacara spiritual.

Sendang Drajat
Sendang drajat adalah suatu sumber air yang akan kita jumpai di jalur pendakian. Tempat dan air tersebut mempunyai mitos yang amat tinggi. Lebih tepatnya tempat yang sakral.

Pawon Sewu
Tempat tersebut penuh dengan tumpukan batu karang yang menyerupai candi. Tempat ini juga digunakan untuk memberi pencerahan atau penuturan PRABU BRAWIJAYA V (Eyang Lawu) kepada pengikutnya.

Sumur Jolotundho
Adalah sebuah lorong kecil dengan diameter ± 3 M. tempat tersebut juga sebagai tempat dimana PRABU BRAWIJAYA V (Eyang Lawu) mencari atau mendapatkan petunjuk dari Tuhan YME. Bagi yang mempercayainya didalam sumur tersebut terdapat tetetsan air yang bertuah.

Kawah Condrodimuko
Adalah kawah atau lubang yang terletak diantara lereng hargo dumilah dan cokro srengenge yang selalu dipenuhi asap putih.

Terimakasih untuk teman – teman dari Komunitas Pendaki Gunung terutama untuk mas wahid, kang batik madrim, bang suryo purnomo. Terimakasih juga saya ucapkan untuk wiwie, bang sule, jarwo, yadi dan goe seu, serta teman – teman lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Akhirnya kita dapat berjumpa bertatap muka, saling menyapa, dan berjabat tangan dengan erat serta melaksanakan pendakian ke gunung ciremai 3078 Mdpl yang di kemas dalam acara tour de ciremai 2010 komunitas pendaki gunung pada tanggal 10 – 11 Juli 2010. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk melakukan ajang silaturahmi antar pendaki gunung, di tunggu acara – acara pendakian gunung selanjutnya. Salam kompak selalu.

Info : FB Komunitas Pendaki Gunung

Gunung ini berada di timur laut kota Solo, dan dibawah administratif Karanganyar dan Magetan. Ketinggian gunung ini 3265 mdpl dan puncaknya dikenal dengan nama Hargo Dumilah. Gunung ini bisa didaki dari dua titik pendakian yaitu: Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu. Gunung Lawu juga berada diantara dua propinsi, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Didaerah puncak terdapat juga sebuah alun – alun yang merupakan bekas kawah yang sudah mati cukup lebar dan merupakan lokasi yang bagus untuk mendirikan tenda. Didaerah sebelum puncak gunung ini juga terdapat sumber mata air yang dikeramatkan oleh penduduk setempat. Gunung Lawu merupakan salah satu gunung yang populer di Jawa, Bukan hanya karena ketinggiannya diatas 3000 mdpl. akan tetapi didaerah puncak gunung ini juga kita temukan tempat petilasan Bung Karno. yang selalu dikunjungi oleh para penziarah. Jadi jangan heran kalau selama pendakian anda akan banyak bertemu dengan pendaki yang gaya dan pembawaannya berbeda dengan pada umumnya para pendaki gunung. Gunung ini mempunyai kawah di bagian pinggang gunung, bukan di puncak. Kawah ini bisa dilihat dari jalan setapak rute Cemoro Kandang, Gunung Lawu merupakan gunung yang bermedan terbuka dan minim pohon. terutama sekali setelah Pos V medan terbuka hanya ditumbuhi oleh rerumputan dan semak. Gunung Lawu ini jika dilihat dari kota Solo tampak seperti kepala raksasa yang sedang tidur terlentang.

Transportasi
Untuk akses transportasi, dari Solo naik bus jurusan Tawang Mangu dengan ongkos Rp.5.000,- per orang, kemudian dilanjutkan dari Tawang Mangu menuju Cemoro Kandang atau Cemoro Sewu dengan memakai kendaraan L300 atau ELF sperti mobil box yang diberi pintu dibelakangnya. Kendaraan ini bertarif Rp.5.000,- per orang.

Jalur Pendakian
Rute Pendakian Dari Cemoro Sewu
CEMORO SEWU
Cemoro Sewu ini terletak setelah Cemoro Kandang dan berada di wilayah Jawa Timur. Dengan ketinggian 1818 m dpl dan berada pada posisi 07° 39′ 52″ LS dan 111° 11′ 29″ BT. Disini terdapat sebuah gerbang dan loket lapor, didaerah ini ada banyak warung. Selain itu juga terdapat sebuah camping ground. Jalur setapak hingga pos satu sangat bagus dan berbatu serta bisa ditempuh oleh kendaraan 4×4.

POS I (WESEN-WESEN)
Berjarak sekitar kurang lebih 2.9 km dari gerbang Cemoro Sewu, Pos I ini terletak pada ketinggian 2.203 m dpl serta pada posisi 07° 39′ 03″ LS dan 111° 11′ 41″ BT. Jalan setapak masih bagus dan tanjakan belum begitu curam. Di pos ini tidak terdapat sumber air.

POS II (WATU GEDEG)
Setelah melewati Pos I jalan setapak masih berupa batu-batu, dan setelah berjalan dengan jarak lebih kurang 5.2 km, akan sampai di Pos II yang disebut juga dengan Pos Watu Gedeg. Pos ini terletak pada ketinggian2.589m dpl, berada pada posisi 07° 38′ 26″ LS dan 111° 11′ 42″ BT. Di pos ini juga tidak terdapat sumber air. Ketinggian 2.589 m dpl.

POS III (WATU GEDE)
Jarak dari Pos II ke Pos III ini adalah jarak yang paling jauh lebih kurang sekitar 6.2 km. Pos ini berada pada mendan yang sedikit miring akan tetapi ada bebrapa tempat datar yang bisa untuk mendirikan tenda. Berada pada posisi 07° 38′ 13″ LS dan 111° 11′ 41″ BT. Di Pos Watu Gede ini tidak ada sumber air. Ketinggian 2.787 m dpl

POS IV (WATU KAPUR)
Seperti halnya pos-pos terdahulu disini tidak tersedia mata air, tapi kita bisa menikmati pendangan lepas kearah Tawang Mangu. Pos ini berada pada posisi 07° 38′ 00″ LS dan 111° 11′ 44″ BT dan berjarak lebih kurang sekitar 3.6 km dari pos sebelumnya yaitu Pos III. Ketinggian pos ini 3.099 m dpl

POS V (JOLO TUNDO)
Pos ini merupakan pos yang terakhir dan berada pada sebuah areal terbuka yang bisa ditempati beberapa tenda. karena jarak pos ini hanya sekitar 50 m dari sumur Jolo Tundo, sehingga pos ini dimanakan juga Pos Jolo Tundo. Air bisa kita dapatkan dari sumur Jolo Tundo. Berada pada posisi 07° 37′ 57″ LS dan 111° 11′ 46″ BT dan dengan ketinggian 3.177 m dpl, dan berjarak lebih kurang 2 km dari Pos IV. Dari Pos V ini kita bisa menyasikan sunrise dan juga tidak jauh dari pos ini terdapat sebuah gua yang dalamnya sekitar 15 m, yang dikenal dengan nama Sigolong-golong

SENDANG DERAJAT
Sumur Sendang Drajat ini terletak lebih kurang berjarak sekitar 4.1 km dari Pos V, letaknya persisi dijalur menuju puncak dan Hargo Dalem. Dilokasi sumur ini terdapat beberapa pondok dan juga kamar mandi, di sendang ini kita harus mengisi persediaan air jika kita berencana untuk mendirikan tenda di Hargo Dalem atau disekitar puncak. Berada pada ketinggian 3.171 m dpl, dan pada posisi 07° 37′ 43″ LS dan 111° 11′ 52″ BT. Sendang ini dikeramatkan oleh orang jawa dan dipercaya airnya membawa berkah jika mandi dengannya. Selepas dari tempat ini kta dihadapkan pada jalan setapak yang mendatar hanya sedikit tanjakannya. Tak lama kita akan bertemu dengan Pertigaan Puncak dan Hargo Dalem jika jika lurus menuju puncak dan jika berbelok kekanan maka akan sampai ke komplek Hargo Dalem

HARGO DALEM
Komplek Hargo Dalem ini berjarak sekitar 4.5 km dari Sendang Derajat, dengan ketinggian 3.167 m dpl dan pada posisi 07° 37′ 32″ LS dan 111° 11′ 47″ BT. Dalem komplek ini terdapat sebuah tempat ritual dan juga terdapat pondok-pondok yang terbuat dari seng, dan digunakan sebagai tempat menginap oleh para penziarah. Selain itu didalam komplek ini terdapat sebuah tempat menarik hasil kreasi dari seorang penduduk yang berupa sebuah pondok yang mirip benteng yang terbuat dari limbah botol plastik, botol beling dan juga kaleng-kaleng hasil dari sampah para pengunjung gunung ini. Dan yang lebih terpuji lagi disini terdapat sebuah WC yang bisa dipakai umum. Tempat ini dinamakan oleh pembuatnya dengan nama Kyai Botol.

PUNCAK LAWU (HARGO DUMILAH)
Puncak Lawu 3.245 m dpl dan berada pada posisi 07° 37′ 38″ LS dan 111° 11′ 39″ BT. Dari puncak kita bisa menikmati pemandangan disekeliling gunung Lawu dan di saat satu suro puncak ini dipenuhi oleh para penziarah yang melakukan ritual pada tiang trianggulasinya yang dikeramatkan bagi yang mempercayainya. Ada banyak tempat untuk mendirikan tenda di kawasan puncak.

Jalur Pendakian
Rute Pendakian Dari Cemoro Kandang
Berikut adalah urutan dari jalur pendakian lewat Cemoro Kandang Jawa Tengah. Pada jalur pendakian ini cenderung lebih panjang karena alur jalan setapaknya melingkar-lingkar digigiran punggungan dan terkadang berada diatas jurang yang curam. pada jalur ini persediaan air cukup banyak.

CEMORO KANDANG
Cemoro Kandang berada di wilayah Jawa Tengah, pada ketinggian 1.946 m dpl dan pada posisi 07° 39′ 49″ LS dan 111° 11′ 14 ” BT. Disini terdapat sebuah pos pendaftaran sebelum melakukan pendakian, prasarana untuk pendaki disini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Cemoro Sewu.

POS I (TAMAN SARI BAWAH)
Pos ini berada pada ketinggian 2.237 m dpl dan pada posisi 07° 39′ 00″ LS dan 111° 11′ 19″ BT. Pos ini berjarak lebih kurang sekitar 9.9 km dari Cemoro Kandang. Pos ini berupa sebuah bangunan batu dan beratap seng, didepan pos ini terdapat sebuah lembah yang didasarnya mengalir sebuah sungai. Disamping pondok ada areal untuk mendirikan tenda.

POS II (TAMAN SARI ATAS)
Pos II ini juga berupa sebuah pondok dari Batu beratap seng. Sumber air bisa didapat jika turun sungai yang ada didasar lembah yang berada tepat didepan pos ini. Yang menarik dari pos ini kita bisa melihat kawah gunung ini yang dikenal juga dengan nama Kawah Candra Dimuka. Di pos ini terdapat areal yang luas untuk mendirikan tenda. Ketinggiannya 2.499 m dpl, posisinya 07° 38′ 33″ LS dan 111° 11′ 16″ BT, berjarak sekitar 8.4 km dari pos sebelumnya.

POS III (PENGGIK)
Pos III ini terletak persis di pertengahan dari jalur pendakian Cemoro Kandang ini, dengan posisi 07° 38′ 07″ LS dan 111° 11′ 03″ BT, ketinggian 2.894 m dpl dan berjarak sekitar 28.7 km dari pos sebelumnya. Jalurnya melingkar – lingkar dipunggungan dan ditengah jalan menuju antara Pos II dan Pos IV kita akan menemukan mata air pada posisi 07° 38′ 20″ LS dan 111° 11′ 00″ BT pada ketinggian 2.586 m dpl, tepat persis dipinggir jalan setapak.

POS IV (COKRO SURYO)
Disebut Cokro Suryo karena dilokasi pos ini terdapat batu berukir peninggalan zaman Majapahit. Ukiran batu tersebut berupa lingkarang yang bercahaya yang merupakan perlambang dari cakra yang bersinar. Lambang ini adalah merupakan lambang dari kerajaan Majapahit. Pos IV ini sangat luas, akan tetapi pada pos ini tidak terdapat sumber mata air. Sebelum pos ini kita akan menjumpai sebuah mata air yang bernama Sendang Panghuripan. Berada pada posisi 07° 37′ 54″ LS dan 111° 11′ 11″ BT

POS V (PERAPATAN)
Pos V ini adalah satu-satunya pos Cemoro Kandang yang tidak mempunyai bangunan pondok. Pos ini merupakan sebuah tanah datar dan di pos ini juga merupakan sebuah perapatan. Jika kekanan Ke Hargo Dumilah, kekiri ke Hargo Dumiling, sedangkan lurus ke Hargo Dalem. Pos ini sudah dekat jaraknya dari Hargo Dalem dan tidak ada sumber mata air juga, akan tetapi pemandangan yang lepas membuat nenda di pos ini menjadi menyenangkan.

Perijinan
Perijinan tidaklah berbelit – belit, pada kedua gerbang masuk yaitu Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu terdapat sebuah pos loket petugas. Disini kita mendaftarkan jumlah anggota kita serta menyebutkan rencana pendakian kita. Biaya masuk untuk satu orang adalah Rp.3.000,- Sudah termasuk kupon asuransi, seperti halnya gunung manapun anda diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan. Bawalah setiap sampah yang anda hasilkan. Setiap pendaki harus mempunyai perlengkapan dan peralatan standar untuk pendakiaan gunung. Ada baiknya sebelum anda mendaki tanyakan ke petugas pos tentang sumber mata air di gunung ini terutama sekali saat musim kering.

Sumber : http://www.olecamp.co.cc/2003/08/gunung-lawu.html

Sebelumnya kami meminta maaf karena rencana pendakian bersama ke Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) 3726 MDPL pada bulan juli 2010 kami batalkan, karena berbagai faktor yang menghambat rencana pendakian tersebut. Lihat https://rempakem.wordpress.com/2010/01/22/rencana-yang-akan-segera-terlaksana/
Maka sebagai alternatif pendakian di bulan juli 2010 kami memilih untuk mendaki gunung lawu. Gunung Lawu (3.265 mdpl) terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Status gunung ini adalah gunung api “istirahat” dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Gunung lawu memiliki tiga puncak, puncak hargo dalem, hargo dumiling dan hargo dumilah. Puncak hargo dumilah merupakan puncak tertinggi di gunung lawu.

Pendakian Gunung Lawu Juli 2010

Pendakian Gunung Lawu Juli 2010


REMPAKEM (Remaja Pecinta Kemping) Present :
Pendakian Gunung Lawu Juli 2010 (Menggapai Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling Hargo Dumilah).

Untuk semua teman – teman remaja pecinta kemping, kali ini REMPAKEM kembali hadir membuat event pendakian gunung dengan tema Pendakian Gunung Lawu Juli 2010 (Menggapai Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling, Hargo Dumilah), Naik Dari Cemoro Sewu, Turun Di Cemoro Kandang. Pendakian gunung lawu juli 2010 merupakan perjalanan yang santai dengan prinsip “Ada sama dimakan, engga ada sama dicari” yang artinya senang dan susah ditanggung bersama – sama. Adapun pelaksanaan kegiatan pendakian gunung lawu direncanakan pada :

15 – 18 Juli 2010

Biaya Rp. 250.000/ Orang

Biaya Ini Sudah Termasuk :
– Transportasi P.P
– Makan dan snack selama pendakian
– Sticker
– Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) Gunung Lawu
– Wisata air terjun
– Wisata malam di kota Solo

Adapun Perlengkapan Individu Yang Harus Dibawa :
– Carrier/ Daypack
– Tenda dan Matras
– Sleeping Bag
– Sepatu Trekking
– Sandal Gunung
– Senter/ Head Lamp
– Raincout/ Jas Hujan
– Baju Hangat
– Kacamata Hitam
– Sunblock
– Pakaian Ganti Secukupnya
– Perlengkapan Ibadah
– Perlengkapan Mandi
– Obat2an Pribadi
– Kamera Pribadi
– Tanda Pengenal Pribadi + Fotocopy an
– Makanan atau snack tambahan kesukaan

Susunan Acara Kegiatan Pendakian Gunung Lawu Juli 2010
Hari Pertama, 15 Juli 2010
12.00 – 14.00 Preparation
14.00 – 14.30 Perjalanan menuju stasiun kereta api tanah abang
14.30 – 15.00 Tiba di stasiun kereta api tanah abang
15.00 – 15.30 Menunggu kereta api senja bengawan
15.30 Perjalanan menuju stasiun solo jebres menggunakan kereta senja bengawan (Kereta Ekonomi)

Hari Kedua, 16 Juli 2010
05.00 Tiba di stasiun solo jebres
05.00 – 06.00 Menuju terminal tawangmangu
06.00 – 07.00 Tiba di terminal tawangmangu
07.00 – 08.00 Menuju pintu masuk pendakian gunung lawu cemoro sewu
08.00 – 09.00 Tiba di cemoro sewu + Sarapan pagi di warung sekitar cemoro sewu
09.00 – 10.00 Akliatisasi + Pemanasan untuk pendakian
10.00 – 11.00 Memulai pendakian gunung lawu
11.00 – 12.00 Tiba di pos 1 wesen – wesen
12.00 – 13.00 Tiba di pos 2 watu gedeg + Makan siang
13.00 – 14.00 Tiba di pos 3 watu gede
14.00 – 15.00 Tiba di pos 4 watu kapur
15.00 – 16.00 Tiba di pos 5 jolo tundo
16.00 – 16.30 Tiba di sendang derajat
16.30 – 17.00 Tiba di komplek puncak hargo dalem
17.00 Ngecamp di hargo dalem

Hari Ketiga, 17 Juli 2010
03.00 – 04.00 Repacking + Sarapan
04.00 – 05.00 Summit attack hargo dumilah
05.00 – 06.00 Narsis Time
06.00 – 07.00 Menuju puncak hargo dumiling
07.00 – 08.00 Persiapan turun gunung via cemoro kandang + OPSIH
08.00 – 08.30 Tiba di pos 5 perapatan
08.30 – 09.00 Tiba di pos 4 cokro suryo
09.00 – 09.30 Tiba di pos 3 penggik
09.30 – 10.30 Tiba di pos 2 taman sari atas
10.30 – 11.00 Tiba di pos 1 taman sari bawah
11.00 – 11.30 Tiba di cemoro kandang
11.30 – 13.30 Bersih – bersih + Makan siang di warung sekitar cemoro kandang
13.30 – 15.00 Wisata air terjun grojoggan sewu
15.00 – 16.00 Menuju terminal tawangmangu
16.00 Menuju UNS (Universitas Negeri Solo) + Bermalam di salah satu mahasiswa UNS + Wisata malam di kota solo

Hari Keempat, 18 Juli 2010
08.00 – 09.00 Persiapan untuk pulang + Sarapan
09.00 – 09.30 Menuju terminal tirtonadi
09.30 – 19.30 Perjalanan menuju jakarta
19.30 – 20.00 Tiba di jakarta + Menuju lokasi masing – masing
20.00 Tiba dilokasi masing – masing dengan selamat.

Informasi Lebih Lanjut Hubungi :
1. Fitrah Abdul Quddus : 085883168624
2. Email : fitrah_abdul@yahoo.com
3. FB: http://www.facebook.com/fitrah.abdul.quddus
4. Lihat di https://rempakem.wordpress.com/tag/pendakian-gunung-lawu-2010/

Catatan : Susunan acara kegiatan sewaktu – waktu dapat berubah mengingat situasi dan kondisi dilapangan.

Lampiran foto – foto pendakian gunung merbabu 3142 mdpl dan gunung merapi 2968 mdpl. Yang dilaksanakan pada tanggal 12 sampai 16 Mei 2010. Pendakian gunung merbabu dilaksanakan melalui jalur thekelan, kopeng – salatiga turun melalui jalur selo dan langsung dilanjutkan ke gunung merapi.

1. Berfoto di kayumanis satu baru sebelum berangkat.

1. Berfoto di kayumanis satu baru sebelum berangkat.


2. Tiba di bumi perkemahan umbul songo.

2. Tiba di bumi perkemahan umbul songo.


3. Pagi hari di basecamp merbabu - kopeng.

3. Pagi hari di basecamp merbabu - kopeng.


4. Berfoto bersama di basecamp merbabu.

4. Berfoto bersama di basecamp merbabu.


5. Siap untuk mendaki gunung merbabu.

5. Siap untuk mendaki gunung merbabu.


6. Perjalanan menuju camp 1 pendhing.

6. Perjalanan menuju camp 1 pendhing.


7. Perjalanan menuju camp 1 pendhing.

7. Perjalanan menuju camp 1 pendhing.


8. Camp 1 pendhing 1936 Mdpl.

8. Camp 1 pendhing 1936 Mdpl.


9. Tiba di camp 1 pendhing 1936 Mdpl.

9. Tiba di camp 1 pendhing 1936 Mdpl.


10. Camp 2 - pos seng, setelah pareng putih.

10. Camp 2 - pos seng, setelah pareng putih.


11. Camp 3 gumuk menthul 2330 Mdpl.

11. Camp 3 gumuk menthul 2330 Mdpl.


12. Tiba dan istirahat sejenak di camp 3 gumuk menthul 2330 Mdpl.

12. Tiba dan istirahat sejenak di camp 3 gumuk menthul 2330 Mdpl.


13. Camp 4 lempong sampan 2510 Mdpl.

13. Camp 4 lempong sampan 2510 Mdpl.


14. Setibanya di camp 4 lempong sampan 2510 Mdpl.

14. Setibanya di camp 4 lempong sampan 2510 Mdpl.


15. Setibanya di camp 4 lempong sampan 2510 Mdpl.

15. Setibanya di camp 4 lempong sampan 2510 Mdpl.


16. It's time for rest.

16. It's time for rest.


17. Perjalanan menuju puncak 1 watu gubuk.

17. Perjalanan menuju puncak 1 watu gubuk.


18. Perjalanan menuju puncak 1 watu gubuk.

18. Perjalanan menuju puncak 1 watu gubuk.


19. Puncak 1 watu gubuk.

19. Puncak 1 watu gubuk.


20. Berfoto bersama di puncak 1 watu gubuk.

20. Berfoto bersama di puncak 1 watu gubuk.


21. Istirahat sejenak sebelum mencapai puncak 2, pemancar (watu tulis).

21. Istirahat sejenak sebelum mencapai puncak 2, pemancar (watu tulis).


22. Istirahat sejenak sebelum mencapai puncak 2, pemancar (watu tulis).

22. Istirahat sejenak sebelum mencapai puncak 2, pemancar (watu tulis).


23. Istirahat sejenak sebelum mencapai puncak 2, pemancar (watu tulis).

23. Istirahat sejenak sebelum mencapai puncak 2, pemancar (watu tulis).


24. Istirahat sejenak sebelum mencapai puncak 2, pemancar (watu tulis).

24. Istirahat sejenak sebelum mencapai puncak 2, pemancar (watu tulis).


25. Setibanya kami di puncak ke 2, pemancar (watu tulis).

25. Setibanya kami di puncak ke 2, pemancar (watu tulis).


26. Setibanya kami di puncak ke 2, pemancar (watu tulis).

26. Setibanya kami di puncak ke 2, pemancar (watu tulis).


27. Base camp di puncak ke 3 - ceger sapi.

27. Base camp di puncak ke 3 - ceger sapi.


28. Meneruskan perjalanan ke pertigaan antara puncak syarif & pucak kenteng songo.

28. Meneruskan perjalanan ke pertigaan antara puncak syarif & pucak kenteng songo.


29. Meneruskan perjalanan ke pertigaan antara puncak syarif & pucak kenteng songo.

29. Meneruskan perjalanan ke pertigaan antara puncak syarif & pucak kenteng songo.


30. Setibanya di pertigaan.

30. Setibanya di pertigaan.


31. Setibanya di pertigaan.

31. Setibanya di pertigaan.


32. Mentari pagi di puncak syarif, puncak ke 4.

32. Mentari pagi di puncak syarif, puncak ke 4.


33. Mentari pagi di puncak syarif, puncak ke 4.

33. Mentari pagi di puncak syarif, puncak ke 4.


34. Mentari pagi di puncak syarif, puncak ke 4.

34. Mentari pagi di puncak syarif, puncak ke 4.


35. Mentari pagi di puncak syarif, puncak ke 4.

35. Mentari pagi di puncak syarif, puncak ke 4.


36. Puncak syarif.

36. Puncak syarif.


37. Menuju puncak ke 5 ondorante.

37. Menuju puncak ke 5 ondorante.


38. Menuju puncak ke 5 ondorante.

38. Menuju puncak ke 5 ondorante.


39. Menuju puncak kenteng songo - puncak ke 6.

39. Menuju puncak kenteng songo - puncak ke 6.


40. Akew di puncak kenteng songo - puncak ke 6.

40. Akew di puncak kenteng songo - puncak ke 6.


41. Heru di puncak kenteng songo - puncak ke 6.

41. Heru di puncak kenteng songo - puncak ke 6.


42. Mas tresna di puncak kenteng songo - puncak ke 6.

42. Mas tresna di puncak kenteng songo - puncak ke 6.


43. Jongki di puncak kenteng songo - puncak ke 6.

43. Jongki di puncak kenteng songo - puncak ke 6.


44. Dian di puncak kenteng songo - puncak ke 6.

44. Dian di puncak kenteng songo - puncak ke 6.


45. Berfoto bersama di puncak kenteng songo - puncak ke 6.

45. Berfoto bersama di puncak kenteng songo - puncak ke 6.


46. Ceremony memakan buah pear setibanya di puncak kenteng songo - puncak ke 6.

46. Ceremony memakan buah pear setibanya di puncak kenteng songo - puncak ke 6.


47. It's time for euphoria.

47. It's time for euphoria.


48. It's time for euphoria.

48. It's time for euphoria.


49. It's time for euphoria.

49. It's time for euphoria.


50. Tiba di puncak ke 7 - puncak triangulasi gunung merbabu 3142 Mdpl.

50. Tiba di puncak ke 7 - puncak triangulasi gunung merbabu 3142 Mdpl.


51. Tiba di puncak ke 7 - puncak triangulasi gunung merbabu 3142 Mdpl.

51. Tiba di puncak ke 7 - puncak triangulasi gunung merbabu 3142 Mdpl.


52. Tiba di puncak ke 7 - puncak triangulasi gunung merbabu 3142 Mdpl.

52. Tiba di puncak ke 7 - puncak triangulasi gunung merbabu 3142 Mdpl.


53. Basecamp merbabu - selo.

53. Basecamp merbabu - selo.


54. Basecamp merbabu - selo.

54. Basecamp merbabu - selo.


55. Sunset dari basecamp merapi dengan latar gunung merbabu.

55. Sunset dari basecamp merapi dengan latar gunung merbabu.


56. Sunrise dalam perjalanan menuju puncak gunung merapi.

56. Sunrise dalam perjalanan menuju puncak gunung merapi.


57. Sunrise dalam perjalanan menuju puncak gunung merapi.

57. Sunrise dalam perjalanan menuju puncak gunung merapi.


58. Sunrise dalam perjalanan menuju puncak gunung merapi.

58. Sunrise dalam perjalanan menuju puncak gunung merapi.


59. Suasana di kawasan gunung merapi.

59. Suasana di kawasan gunung merapi.


60. Suasana di kawasan gunung merapi.

60. Suasana di kawasan gunung merapi.


61. Sumbing Sindoro Slamet dari Merapi.

61. Sumbing Sindoro Slamet dari Merapi.


62. Sumbing Sindoro Slamet menjadi latar belakang.

62. Sumbing Sindoro Slamet menjadi latar belakang.


63. Gunung merbabu menjadi latar belakang.

63. Gunung merbabu menjadi latar belakang.


64. Menuju watu gajah - gunung merapi.

64. Menuju watu gajah - gunung merapi.


65. Menuju watu gajah - gunung merapi.

65. Menuju watu gajah - gunung merapi.


66. Menuju watu gajah - gunung merapi.

66. Menuju watu gajah - gunung merapi.


67. Setibanya di pasar bubrah gunung merapi.

67. Setibanya di pasar bubrah gunung merapi.


68. Gunung merbabu dari pasar bubrah.

68. Gunung merbabu dari pasar bubrah.


69. Gunung merbabu dari pasar bubrah.

69. Gunung merbabu dari pasar bubrah.


70. Gunung merbabu dari pasar bubrah.

70. Gunung merbabu dari pasar bubrah.


71. Gunung merbabu dari pasar bubrah.

71. Gunung merbabu dari pasar bubrah.


72. Heru, Mas Tresna, dan akew di pasar bubrah dengan latar belakang gunung merbabu.

72. Heru, Mas Tresna, dan akew di pasar bubrah dengan latar belakang gunung merbabu.


73. Heru, Mas Tresna, dan akew di pasar bubrah dengan latar belakang gunung merapi.

73. Heru, Mas Tresna, dan akew di pasar bubrah dengan latar belakang gunung merapi.


74. Gunung Merapi 2968 Mdpl.

74. Gunung Merapi 2968 Mdpl.


75. Menuju puncak gunung merapi - puncak garuda.

75. Menuju puncak gunung merapi - puncak garuda.


76. Tiba di puncak garuda 2968 Mdpl - Gunung Merapi.

76. Tiba di puncak garuda 2968 Mdpl - Gunung Merapi.


77. Finally we are standing up straight at the peak of mount marbabu and merapi.

77. Finally we are standing up straight at the peak of mount marbabu and merapi.


78. Membuka baju bersama di puncak garuda.

78. Membuka baju bersama di puncak garuda.


79. Membuka baju bersama di puncak garuda.

79. Membuka baju bersama di puncak garuda.


80. Membuka baju bersama di puncak garuda.

80. Membuka baju bersama di puncak garuda.


81. New selo.

81. New selo.


82. New selo.

82. New selo.


83. New selo.

83. New selo.


84. New selo.

84. New selo.


85. New selo.

85. New selo.


86. Tiba di kayumanis satu baru dengan selamat.

86. Tiba di kayumanis satu baru dengan selamat.


87. Tiba di kayumanis satu baru dengan selamat.

87. Tiba di kayumanis satu baru dengan selamat.

Finally we are standing up straight at the peak of mount merbabu and merapi.

Sir Edmund Hillary

Sir Edmund Hillary

Dalam sejarah dunia pendakian nama Sir Edmund Hillary ibarat sebuah legenda yang tak pernah mati. Dia lah salah seorang manusia pertama yang menumbuhkan keniscayaan orang untuk mencapai atap dunia di Himalaya. Dalam sejarah dunia pendakian nama Sir Edmund Hillary ibarat sebuah legenda yang tak pernah mati. Dia lah salah seorang manusia pertama yang menumbuhkan keniscayaan orang untuk mencapai atap dunia di Himalaya. Lahir pada tahun 1919 di Auckland Selandia Baru dan tumbuh dewasa juga di daerah tersebut, sejak muda Emund Hillary telah memilki ketertarikannya terhadap dunia pendakian gunung. Meskipun di negaranya ia bekerja tak lebih hanya sebagai tukang penjaga lebah madu namun cerita hidupnya kemudian membuktikan bahwa Edmund Hillary telah sukses dengan berbagai pendakian di Selandia Baru, pegunungan Alpen sampai akhirnya ia sampai juga di puncak Himalaya. Dan suatu hal yang sangat fantastis, di Himalaya, ia berhasil bertengger di 11 puncaknya yang berbeda dengan ketinggian rata-rata diatas 20 Ribu kaki!

Dengan prestasi tersebut adalah suatu kewajaran jika dihari kemudian Hillary dijuluki orang sebagai Bapak Pendaki Gunung karena keberhasilannya mencapai beberapa puncak gunung tertinggi di dunia. Antara tahun 1920-1952 usaha yang dilakukan oleh beberapa tim ekspedisi ternama tercatat gagal mencapai puncak gunung Everest yang terletak antara Tibet dan Nepal. Kegagalan pertama pada tahgun 1924 dialami oleh pendaki kawakan George Leigh-Mallory dimana ia mengalami kecelakaan dalam pendakian tersebut. Tahun 1952 tim pendakian Swis juga terpaksa harus turun kembali setelah hanya mencapai puncak punggungan selatan, 1000 kaki dibawah puncak utama.

Karena keberaniannya dalam tim ekspedisi pendakian Everest ditahun 1951 dan 1952 Edmund ditarik untuk bergabung kembali dengan tim ekspedisi Himalaya yang disponsori The Joint Himalayan Committee of The Alpine Club of Great Britain dan The Royal Geographic Society . Tahun 1953 ia memulai pendakian tersebut bersama para pendaki tangguh dunia lainnya.
Seluruh anggota tim ekspedisi ini tercatat hanya mencapai puncak selatan. Dua pendaki lainnya memutuskan untuk turun kembali setelah sampai di puncak punggungan selatan. Akhirnya pendaki yang tersisa dan paling siap melanjutkan perjalanan hanyalah Hillary dan seorang sherpa , Tenzing Norgay. Tepat pukul 11:30 pagi tanggal 29 May 1953 dua pendaki ini berhasil mencapai puncak Everest dengan ketinggian 29.028 kaki diatas permukaan laut, puncak tertinggi di bumi ini. Keberhasilannya ini membuatnya menerima penghargaan dari ratu Elizabeth II. Edmund berhak atas gelar Sir, gelar yang hanya disandang oleh para pemberani yang berhasil menyumbangkan sesuatu untuk kejayaan kerajaan Inggris.

Setelah sukses mencapai puncak Everest, antara tahun 1955-1958 Sir Edmund Hillary bergabung dengan tim Ekspedisi Trans-Antarctic untuk pendakian didaerah selatan Polandia. Tahun-tahun berikutnya ia bergabung dengan beberapa tim ekspedisi, sampai akhirnya ia mengkonsentrasikan dirinya pada usaha-usaha mensejahterakan masyarakat Nepal. Di negara itu ia membantu program pengembangan sosial masyarakat Nepal, diantaranya membangun klinik pengobatan, rumah sakit, dan 17 sekolah.

Untuk memfasilitasi proyek ini dibangunlah 2 lapangan udara. Keberadaan lapangan udara secara langsung berpengaruh juga terhadap perkembangan sektor pariwisata. Saat itu Nepal mulai banyak dikunjungi turis dan para pendaki. Penduduk Nepal yang melihat peluang bisnis mulai membuka hutan dan mendirikan berbagai rumah singgahan untuk turis dan pendaki dilahan bekas hutan tersebut.

“Ketika dibiarkan hal tersebut jelas bisa menimbulkan kerusakan dan keseimbangan lingkungan” kata Edmund dengan sedikit cemas. Oleh karena itu Sir Edmund Hillary segera mengambil insiatif menyarakankan agar pemerintah Nepal membuat undang-undang perlindungan hutan dan segera mengumumkan bahwa wilayah sekitar Himalaya adalah termasuk kawasan taman nasional yang harus dijaga kelestariannya. Namun karena faktor kurang pengalaman dibidang tersebut, pemerintah Nepal menolak usulannya. Namun Hillari tidak putus asa dengan menggunakan pengaruhnya di Selandia Baru, dia berhasil menekan pemerintah Selandia Baru untuk mengucurkan bantuan manajerial skill dan dana guna program kelestarian lingkungan hidup tersebut.

Setelah sukses dengan pendakian dan program sosial hijaunya di Nepal, memasuki masa tuanya Hillary mulai menerbitkan buku-buku catatan pendakian dan perjalanannya. Salah satunya adalah The Ascent of Everest , buku catatan pendakiannya yang di Amerika lebih ngetop dengan The Conguest of Everest . Kemudian pada tahun 1975 bibliografinya yang berjudul Nothing Venture, Nothing Win diterbitkan. Tahun 1979 ia kembali menerbitkan buku From The Ocean to The Sky, sebuah catatan perjalanannya menyusuri sungai Gangga di tahun 1977.

Sayang, keakrabannya terhadap alam ternyata tidak berimbas kepada keharmonisan di dalam keluarganya. Kehidupan keluarga Hillary yang suram akhirnya membuahkan sebuah keputusan menyedihkan; Tahun 1975 perceraian menderanya dan dia terpaksa harus kehilangan anak-istrinya Meskipun ia menikah kembali dan segera memutuskan untuk melanjutkan kembali kehidupannya mengurusi masalah-masalah lingkungan hidup namun tak urung kejadian tersebut membuat dia sempat terluka. Ya memang terkadang salah satu hasil perjuangan adalah pengorbanan.