Archive

Pendakian

Sindoro, i love you. Pelaksanaan pada tanggal 8 – 13 Maret 2011


Desa Kledung berada di lembah yang di apit oleh gunung Sumbing dan gunung Sindoro. Di desa ini terdapat gapura yang menjadi perbatasan antara kabupaten Temanggung dan Wonosobo. Untuk mendaki gunung Sumbing dari arah Parakan kita turun setelah gapura, sedangkan untuk mendaki gunung Sindoro kita turun sebelum gapura ini. Gunung Sindoro memiliki ketinggian 3.153 mdpl (meter dari permukaan laut) gunung ini sering menjadi tujuan utama para Pecinta Alam, terutama untuk melakukan ekspedisi Triple S (Slamet, Sumbing, Sindoro). Medan yang terjal, panasnya sengatan matahari serta tidak adanya sumber air menjadi tantangan utama dalam pendakian. Seringkali pendaki tidak bisa melanjutkan pendakian karena kehabisan air minum.


Tempat pendaftaran di Kledung yang juga menjadi markas Tim SAR ini menyediakan tempat untuk menginap, kamar mandi, menjual kaos, stiker, gantungan kunci, makanan dan minuman. Pendaki dapat memesan makanan bungkus sebagai bekal di perjalanan, karena memasak dan berkemah di gunung akan memerlukan persediaan air yang banyak. Pendakian ke gunung Sindoro sebaiknya dilakukan pada malam hari karena untuk menghindarai panas dan debu, serta untuk menghemat air minum.


Perjalanan diawali dari basecamp melewati perkampungan penduduk. Selanjutnya menapaki jalan berbatu sejauh sekitar 2 km melintasi kebun penduduk yang didominasi oleh tanaman jagung. Track awal landai kemudian sedikit menanjak ketika memasuki kawasan hutan pinus menjelang Pos 1 Sibajing, dengan ketinggian 1.900 mdpl. Dari Pos 1 ini kita berbelok ke kanan , jangan mengambil jalan lurus karena buntu. Kita harus mendaki dan menuruni 2 buah punggungan gunung. Jalur bergeser ke punggungan yang lain melintasi tiga buah jembatan kayu. Pohon lamtoro dan pinus yang cukup lebat di sepanjang jalur cukup membuat suasana menjadi sejuk.


Pos II berada pada ketinggian 2.120 mdpl.


Menuju Pos III medan mulai terjal dan berbatu, terdapat sebuah batu yang sangat besar di tengah jalan setapak. Pendaki dapat beristirahat di atas batu sambil menikmati pemandangan alam. Jalan tanah berdebu bercampur kerikil seringkali menyulitkan pendakian. Medan mulai terbuka kembali sehingga di siang hari akan terasa panas. Gunung sumbing sudah mulai kelihatan, sangat tinggi dan besar sehingga bisa menjadi hiburan selama pendakian yang melelahkan. Pos III Seroto berada pada ketinggian 2.530 mdpl, lokasinya terbuka dan cukup luas untuk mendirikan belasan tenda. Dari sini kita akan menyaksikan pemandangan yang sangat indah ke arah gunung Sumbing. Pemandangan lereng terjal gunung Sindoro serta puncak bayangan yang nampak di depan mata sangat indah untuk dinikmati. Dari Pos III pendakian dilanjutkan dengan melintasi jalan berbatu yang terjal disertai dengan kerikil dan debu. Meskipun medan sangat berat kawasan ini agak rindang karena banyak ditumbuhi oleh pohon lamtoro dan tanaman perdu. Jalur kembali terbuka melintasi medan yang banyak terdapat batu – batu besar. Setelah mencapai puncak bayangan pertama, pendaki harus menghadapi puncak bayangan berikutnya yang kelihatan sangat tinggi dan curam. Menuju puncak bayangan ke dua yang terjal dengan medan yang berbatu sungguh sangat melelahkan, terutama bila dilakukan pendakian pada siang hari akan terasa sangat panas dan kita akan sering kehausan. Beruntung medan yang kita lewati ditumbuhi oleh pohon lamtoro dalam jarak yang agak dekat sehingga bisa digunakan untuk berteduh. Lintasan berikutnya melewati medan berbatu dengan tanaman edelweis. Sesampainya di puncak bayangan kedua setelah melewati hutan edelweis, medan kembali terbuka dan harus melintasi batu – batu besar. Puncak gunung yang sesunguhnya masih belum nampak karena tertutup pandangan oleh pohon – pohon edelweis.


Jalur akhir menuju puncak ini medannya sangat berat, selain terjal dan terbuka, panas matahari sangat terasa menyengat, kelelahan dan kehausan menyertai para pendaki. Batu – batu besar menjadi pijakan di sepanjang lintasan. Di siang hari pasir dan batu terasa sangat panas bila disentuh, terutama batu yang berwarna hitam bila dipegang terasa sangat panas sekali. Tidak mengherankan jika di gunung Sindoro ini sering terjadi kebakaran. Menjelang puncak pohon edelweis banyak tumbuh sehingga bisa menjadi tempat berlindung dari teriknya matahari.


Puncak gunung Sindoro tidak terlalu luas tetapi melingkar mengelilingi kawah. Banyak terdapat batu – batu besar dan ditumbuhi tanaman edelweis. Dari puncak gunung Sindoro pemandangan ke arah selatan terlihat gunung Sumbing sangat indah sekali. Sedikit ke arah timur nampak gunung Merbabu dan gunung Merapi yang diselimuti awan.


Kawah gunung Sindoro cukup luas, pendaki dapat turun ke dasar kawah. Di musim penghujan kawah ini akan terisi oleh air membentuk danau kawah, sehingga pendaki dapat mandi serta mengambil air bersih dari danau kawah. Di musim kemarau kawah gunung Sindoro masih menyisakan genangan – genangan air yang bercampur dengan belerang sehingga terasa asam bila diminum.

Mendaki Gunung Semeru #2

Transportasi dari Jakarta menuju TNBTS
Dari pasar genjing ke stasiun pasar senen menggunakan angkot M35 Rp 3.000, lalu dari stasiun pasar senen menggunakan kereta api ekonomi MATARMAJA menuju stasiun kota baru malang, harga tiket kereta api ekonomi MATARMAJA Rp 51.000,- Sesampainya di stasiun kota baru malang disarankan untuk menyewa angkot untuk langsung menuju pasar tumpang dengan tarif Rp 10.000/orang, atau dari stasiun kota baru malang naik angkot jurusan terminal arjosari seharga Rp 4.000 dilanjut ke pasar tumpang Rp 4.000,- Dari Pasar tumpang menggunakan mobil jeep untuk menuju resort ranupani harga sewa mobil jeep Rp 450.000,- Kapasitas mobil jeep mampu mengangkut sebanyak 13 – 15 orang, maka Rp 450.000 : 13 orang = Rp 34.615/orang (genap Rp 35.000/orang untuk sewa jeep). Setelah itu melakukan registrasi dengan membayar retribusi sebesar Rp 7.000 (umum) di Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang berada di Jl. Raya Tulus Ayu Telp. 0341-787972 Tulusbesar Tumpang Malang.

Transportasi dari TNBTS ke Jakarta
Dari resort ranupani menuju pasar tumpang bisa menggunakan mobil jeep seharga Rp 450.000 (dibagi banyaknya jumlah rombongan maka dapat ditentukan harga perindividu) atau menggunakan truk sayur seharga Rp 30.000/orang (disarankan pada pagi hari sekitar pukul 08:00 sudah bersiap – siap di resort ranupani). Atau jika anda ingin meneruskan pendakian ke gunung bromo anda bisa naik truk sayur dengan membayar Rp 15.000/orang lalu turun di pertigaan jemplang. Dari pasar tumpang disarankan untuk menyewa angkot untuk langsung menuju stasiun kota baru malang, sekitar Rp 10.000/orang. Dari stasiun kota baru malang menuju stasiun jatinegara menggunakan kereta api MATARMAJA Rp 51.000/orang. Dari stasiun jatinegara menggunakan APB turun di Jl. Kayumanis 1 Baru, tarir APB Rp 3.000,- Estimasi biaya transportasi sebesar Rp 250.000/orang.

Point yang harus diingat
1. Persiapkan mental dan fisik, rencana perjalanan, keuangan serta perlengkapan baik individu maupun kelompok.
2. Naik kereta ekonomi (MATARMAJA) sebaiknya naik dari stasiun pasar senen, atau naik dari stasiun kota dan memesan tiket kereta 3 – 4 sebelum pemberangkatan. Sebaiknya tiba di stasiun pasar senen sebelum pukul 14:00 wib. Karena Kereta api ekonomi matarmaja berangkat dari stasiun pasar senen pukul 14:00 wib.
3. Tiba di stasiun kota baru malang, kurang lebih perjalanan di kereta hampir 20 jam.
4. Setibanya di stasiun kota baru malang dilanjut menuju pasar tumpang dengan menyewa mobil yang berada di depan stasiun. Anda akan diantar ke pos yang berada di pasar tumpang.
5. Jangan lupa membawa surat kesehatan dari dokter, kartu identitas diri seperti KTP, KTM, SIM dll. Serta masing – masing di fotocopy sebanyak 2 lembar dan bawa juga 1 lembar materai 6000 (satu TEAM). Jika anda tidak membawa surat kesehatan dari dokter atau belum memfotocopy kartu identitas diri jangan khawatir karena di pasar tumpang tersedia.
6. Dilanjut ke Ranu Pane dengan menggunakan mobil jeep yang sudah tersedia, sebelum sampai di ranupani anda akan di ajak ke Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk mengisi/ meregistrasi identitas diri.
7. Kembali meneruskan perjalanan dengan menggunakan mobil jeep, dan memasuki kawasan taman nasional bromo tengger semeru.
8. Tiba di ranupani, mengkonfirmasi pendakian di resort ranupani.
9. Meneruskan perjalanan ke ranu kumbolo, perlu di ingat untuk mencapai ranu kumbolo dari jalan beraspal ranupani anda ke kanan menuju pintu masuk hutan dan ke kiri mengikuti jalan setapak yang ditandai dengan 3 buah patok berwarna kuning.
10. Tiba di ranu kumbolo. (Silahkan beristirahat mendirikan tenda) Perkiraan waktu yang dibutuhkan dari ranupani ke ranu kumbolo mencapai 4 jam.
11. Tanjakan Cinta.
12. Oro – Oro Ombo.
13. Kalimati (Silahkan mendirikan tenda). Perkiraan waktu yang dibutuhkan dari ranu kumbolo ke kalimati mencapai 6 jam. Masih ada sumber air di sumber mani.
14. Arcopodo (Dapat mendirikan tenda pula)
15. Cemoro Tunggal nya sudah roboh.
16. Puncak MAHAMERU. Jika ingin menggapai puncak disarankan start dari kalimati pukul 02:00 malam, dan jangan berlama – lama diatas puncak MAHAMERU karena para pendaki diwajibkan untuk turun dari puncak sebelum pukul 10:00 dikarenakan adanya gas beracun dari kawah jonggring saloka.

Untuk melihat hasil foto silahkan klik disini.

01. Kereta Api Bengawan

01. Kereta Api Bengawan


02. Kereta Api Bengawan

02. Kereta Api Bengawan


03. Stasiun Solo Jebres

03. Stasiun Solo Jebres


04. Stasiun Solo Jebres

04. Stasiun Solo Jebres


05. Stasiun Solo Jebres

05. Stasiun Solo Jebres


06. Stasiun Solo Jebres

06. Stasiun Solo Jebres


07. Stasiun Solo Jebres

07. Stasiun Solo Jebres


08. Perempatan RS. Dokter OEN

08. Perempatan RS. Dokter OEN


09. PO Langsung Jaya

09. PO Langsung Jaya


10. Menuju Terminal Tawangmangu

10. Menuju Terminal Tawangmangu


11. Tiba Di Terminal Tawangmangu

11. Tiba Di Terminal Tawangmangu


12. Tiba Di Terminal Tawangmangu

12. Tiba Di Terminal Tawangmangu


13. Pos Pemantau Cemoro Sewu

13. Pos Pemantau Cemoro Sewu


14. Pos Pemantau Cemoro Sewu

14. Pos Pemantau Cemoro Sewu


15. Pos Pemantau Cemoro Sewu

15. Pos Pemantau Cemoro Sewu


16. Perjalan Malam Gunung Lawu

16. Perjalan Malam Gunung Lawu


17. Camp Di Pos 3 Watu Gede

17. Camp Di Pos 3 Watu Gede


18. Camp Di Pos 3 Watu Gede

18. Camp Di Pos 3 Watu Gede


19. Camp Di Pos 3 Watu Gede

19. Camp Di Pos 3 Watu Gede


20. Camp Di Pos 3 Watu Gede

20. Camp Di Pos 3 Watu Gede


21. Perjalanan Menuju Sendang Drajat

21. Perjalanan Menuju Sendang Drajat


22. Perjalanan Menuju Sendang Drajat

22. Perjalanan Menuju Sendang Drajat


23. Perjalanan Menuju Sendang Drajat

23. Perjalanan Menuju Sendang Drajat


24. Perjalanan Menuju Sendang Drajat

24. Perjalanan Menuju Sendang Drajat


25. Perjalanan Menuju Sendang Drajat

25. Perjalanan Menuju Sendang Drajat


26. Perjalanan Menuju Sendang Drajat

26. Perjalanan Menuju Sendang Drajat


27. Perjalanan Menuju Sendang Drajat

27. Perjalanan Menuju Sendang Drajat


28. Tiba Di Sendang Drajat

28. Tiba Di Sendang Drajat


29. Tiba Di Sendang Drajat

29. Tiba Di Sendang Drajat


30. Tiba Di Sendang Drajat

30. Tiba Di Sendang Drajat


31. Tiba Di Sendang Drajat

31. Tiba Di Sendang Drajat


32. Tiba Di Sendang Drajat

32. Tiba Di Sendang Drajat


33. Tiba Di Sendang Drajat

33. Tiba Di Sendang Drajat


34. Tiba Di Hargo Dalem

34. Tiba Di Hargo Dalem


35. Tiba Di Hargo Dalem

35. Tiba Di Hargo Dalem


36. Tiba Di Hargo Dalem

36. Tiba Di Hargo Dalem


37. Tiba Di Hargo Dalem

37. Tiba Di Hargo Dalem


38. Warung Mbo Yem

38. Warung Mbo Yem


39. Tiba Di Hargo Dumilah

39. Tiba Di Hargo Dumilah


40. Tiba Di Hargo Dumilah

40. Tiba Di Hargo Dumilah


41. Tiba Di Hargo Dumilah

41. Tiba Di Hargo Dumilah


42. Tiba Di Hargo Dumilah

42. Tiba Di Hargo Dumilah


43. Edelweis Gunung Lawu

43. Edelweis Gunung Lawu


44. Tikungan Selo

44. Tikungan Selo


45. Tiba Di Pos 4 Cokrosuryo

45. Tiba Di Pos 4 Cokrosuryo


46. Tiba Di Pos 4 Cokrosuryo

46. Tiba Di Pos 4 Cokrosuryo


47. Jalur Pendakian Lewat Cemoro Kandang

47. Jalur Pendakian Lewat Cemoro Kandang


48. Jalur Pendakian Lewat Cemoro Kandang

48. Jalur Pendakian Lewat Cemoro Kandang


49. Tiba Di Pos 3 Penggik

49. Tiba Di Pos 3 Penggik


50. Tiba Di Pos 3 Penggik

50. Tiba Di Pos 3 Penggik


51. Tiba Di Pos 3 Penggik

51. Tiba Di Pos 3 Penggik


52. Tiba Di Pos 3 Penggik

52. Tiba Di Pos 3 Penggik


53. Jurang Gunung Lawu

53. Jurang Gunung Lawu


54. Papan Puncak Lawu

54. Papan Puncak Lawu


55. Pos Bayangan

55. Pos Bayangan


56. Istirahat Sejenak

56. Istirahat Sejenak


57. Papan Peringatan Gunung Lawu

57. Papan Peringatan Gunung Lawu


58. Pos 2 Taman Sari Atas

58. Pos 2 Taman Sari Atas


59. Tiba Di Pos 2 Taman Sari Atas

59. Tiba Di Pos 2 Taman Sari Atas


60. Tiba Di Pos 2 Taman Sari Atas

60. Tiba Di Pos 2 Taman Sari Atas


61. Pos 1 Taman Sari Bawah

61. Pos 1 Taman Sari Bawah


62. Tiba Di Pos 1 Taman Sari Bawah

62. Tiba Di Pos 1 Taman Sari Bawah


63. Tiba Di Pos 1 Taman Sari Bawah

63. Tiba Di Pos 1 Taman Sari Bawah


64. Tiba Di Pos 1 Taman Sari Bawah

64. Tiba Di Pos 1 Taman Sari Bawah


65. Tiba Di Cemoro Kandang

65. Tiba Di Cemoro Kandang


66. Tiba Di Cemoro Kandang

66. Tiba Di Cemoro Kandang


67. Tiba Di Cemoro Kandang

67. Tiba Di Cemoro Kandang


68. Pos Polisi Cemoro Kandang

68. Pos Polisi Cemoro Kandang


69. Suasana Sekitar Cemoro Kandang

69. Suasana Sekitar Cemoro Kandang


70. Suasana Sekitar Cemoro Kandang

70. Suasana Sekitar Cemoro Kandang


71. Suasana Sekitar Cemoro Kandang

71. Suasana Sekitar Cemoro Kandang

Pendakian Gunung Lawu Juli 2010 (Menggapai Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling Hargo Dumilah). Sempat tertunda karena berbagai faktor keterbatasan, rencana awal kami berencana untuk mendaki gunung lawu pada tanggal 15 – 18 Juli 2010. Akhirnya kami mendaki gunung lawu pada tanggal 22 – 25 Juli 2010, naik lewat cemoro sewu dan turun lewat cemoro kandang. Terimakasih kami ucapkan kepada teman – teman yang telah membantu, terutama kepada Joko Purnama (Jongki) yang setia menemai pendakian gunung lawu, Mas Denny yang bertemu di cemoro sewu dan bersedia untuk ikut mendaki bersama, Fajar Galih Permana (Angga) atas kamar kontrakan dan makanan selama kami menginap, Arthura Ardi Rizandha (Tura) atas bantuan materi nya, Mas Ndu & Mba Nur atas bantuan materi dan imateri, serta terimakasih juga kami ucapkan kepada Mas Dodo dan Istri, maaf kalau selama kami di solo selalu merepotkan. Saya dan Joko Purnama melakukan pendakian gunung lawu pada tanggal 22 – 25 Juli 2010, sebenarnya ini acara yang sangat meriah karena sebelumnya banyak teman – teman yang bersedia untuk mengikuti acara ini, tapi tanpa disangka – sangka dan tak diduga ternyata yang dapat ikut hamya 2 orang saja. 2 orang? iya 2 orang, berdua pun tak menyurutkan niat kami untuk mendaki gunung lawu yang memilliki ketinggian 3265 meter diatas permukaan laut. Beruntung kami bertemu dengan Mas Denny orang asli solo yang kebetulan ingin mendaki gunung lawu juga, alhasil kami menjadi bertiga mendaki gunung lawu. Alhamdulillah kami bertiga sampai di puncak hargo dumilah, puncak tertinggi gunung lawu. Kami sempat bermalam/ menginap di rumah saudara (Angga) yang kebetulan kuliah di UNS, dan kebetulan juga ada tetangga rumah (Senior PALAKAS) Mas Ndu beserta istri dan ditemani oleh Tura ingin pulang kampung yang berada di karang anyar, solo. Lalu kami memutuskan untuk mampir ketempatnya. Rencana yang tadinya ingin berada di solo selama 4 hari berubah menjadi 10 hari.

Transportasi
Naik kereta api Bengawan dengan biaya Rp. 37.000 dari stasiun tanah abang turun di stasiun solo jebres, lalu alan kaki sekitar 300 meter menuju prempatan RS. Dokter OEN atau naik angkot warna kuning. Dari prempatan RS. Dokter OEN dilanjut dengan menggunakan bus PO. Langsung Jaya turun di terminal tawangmangu dengan membayar Rp. 8.000/ orang. Dari terminal tawangmangu dilanjut dengan angkot berwarna putih menuju cemoro kandang atau cemoro sewu dengan mambayar Rp. 7.000/ orang.

Perijinan
Membayar administrasi sebesar Rp. 5.000/ orang

Jarak Tempuh/ Pos Via Cemoro Sewu
Pos Pemantauan – Pos 1 = 1,99 Km
Pos 1 – Pos 2 = 2,0 Km
Pos 2 – Pos 3 = 0,7 Km
Pos 3 – Pos 4 = 1,2 Km
Pos 4 – Pos 5 = 0,3 Km
Pos 5 – Puncak = 0,8 Km

Pos Via Cemoro Kandang
Puncak – Perapatan
Perapatan – Cokrosuryo
Cokrosuryo – Penggik
Penggik – Taman sari atas
Taman sari atas – Taman sari bawah
Taman sari bawah – Pos cemoro kandang

Suhu di puncak rata – rata 4°C – 5°C. Jarak pendakian gunung lawu dari posko cemoro sewu + 6,990 Km. Jarak tempuh perjalanan ± 4 – 5 jam (Cepat) ± 7 – 9 jam (Normal). Lewatlah jalur atau route yang telah ada karena sangat berbahaya, banyak jurang yang tertutup semak. Apabila para pendaki ada yang diikuti burung “Jalak Gading” JANGAN DIGANGGU sebab dapat menyesatkan. Jalan di route ini adalah jalan yang berbatu.

Tempat – Tempat Sakral Di Gunung Lawu
Hargo Dalem
Hargo dalem adalah suatu tempat yang sakral dimana tempat tersebut ada sebuah makam atau petilasan PRABU BRAWIJAYA V. Konon tempat ini dipercaya sebagai tempat bertapanya PRABU BRAWIJAYA V (Eyang Lawu) tempat tersebut sampai sekarang masih dipercaya untuk melakukan upacara spiritual.

Sendang Drajat
Sendang drajat adalah suatu sumber air yang akan kita jumpai di jalur pendakian. Tempat dan air tersebut mempunyai mitos yang amat tinggi. Lebih tepatnya tempat yang sakral.

Pawon Sewu
Tempat tersebut penuh dengan tumpukan batu karang yang menyerupai candi. Tempat ini juga digunakan untuk memberi pencerahan atau penuturan PRABU BRAWIJAYA V (Eyang Lawu) kepada pengikutnya.

Sumur Jolotundho
Adalah sebuah lorong kecil dengan diameter ± 3 M. tempat tersebut juga sebagai tempat dimana PRABU BRAWIJAYA V (Eyang Lawu) mencari atau mendapatkan petunjuk dari Tuhan YME. Bagi yang mempercayainya didalam sumur tersebut terdapat tetetsan air yang bertuah.

Kawah Condrodimuko
Adalah kawah atau lubang yang terletak diantara lereng hargo dumilah dan cokro srengenge yang selalu dipenuhi asap putih.

Terimakasih untuk teman – teman dari Komunitas Pendaki Gunung terutama untuk mas wahid, kang batik madrim, bang suryo purnomo. Terimakasih juga saya ucapkan untuk wiwie, bang sule, jarwo, yadi dan goe seu, serta teman – teman lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Akhirnya kita dapat berjumpa bertatap muka, saling menyapa, dan berjabat tangan dengan erat serta melaksanakan pendakian ke gunung ciremai 3078 Mdpl yang di kemas dalam acara tour de ciremai 2010 komunitas pendaki gunung pada tanggal 10 – 11 Juli 2010. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk melakukan ajang silaturahmi antar pendaki gunung, di tunggu acara – acara pendakian gunung selanjutnya. Salam kompak selalu.

Info : FB Komunitas Pendaki Gunung