Arsip

Informasi

Had a great story during your adventure?

Ngerasa ada yang kurang kan kalau setelah berpetualang kisah nya menguap begitu aja..? Bisa sih diceritain ulang ke setiap orang, tapi pastinya dengan cerita yang segitu panjang, capek juga kan kalo mesti nyeritain berulang-ulang..??

Share cerita adventure lo di djarumsuper.com, siapa tahu kisah petualangan lo itu bisa jadi rekomendasi penting buat para adventurer lain.

Dan yang paling penting, dengan ng’blog disini lo bisa dapet kesempatan berpetualang bareng tim djarumsuper.com gratissss!!!

Kontes ini dibuka mulai 4 April 2011 sampai 30 Juni 2011. Masukin kisah petualangan lo sebanyak-banyaknya, karena satu dari tiga kategori pemenang adalah perserta yang paling aktif ng’blog.

Jangan lupa promosiin juga tulisan lo lewat twitter atau facebook pribadi, penulis yang tulisannya paling banyak di “like” juga bakal dipilih jadi pemenang.

Petualangan ngga harus selalu melakukan kegiatan ekstrim. Bisa aja cerita cultural trip seperti ini atau kisah jalan-jalan meng-explore alam seperti cerita yang satu ini

Tunggu apa lagi?? share your adventure here and win an amazing adventure trip with us!! If you want to read some great adventure stories written by other visitors to this page, click here

Sebelum menulis, baca term & conditions nya disini

Pendakian Gunung Lawu Juli 2010 (Menggapai Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling Hargo Dumilah). Sempat tertunda karena berbagai faktor keterbatasan, rencana awal kami berencana untuk mendaki gunung lawu pada tanggal 15 – 18 Juli 2010. Akhirnya kami mendaki gunung lawu pada tanggal 22 – 25 Juli 2010, naik lewat cemoro sewu dan turun lewat cemoro kandang. Terimakasih kami ucapkan kepada teman – teman yang telah membantu, terutama kepada Joko Purnama (Jongki) yang setia menemai pendakian gunung lawu, Mas Denny yang bertemu di cemoro sewu dan bersedia untuk ikut mendaki bersama, Fajar Galih Permana (Angga) atas kamar kontrakan dan makanan selama kami menginap, Arthura Ardi Rizandha (Tura) atas bantuan materi nya, Mas Ndu & Mba Nur atas bantuan materi dan imateri, serta terimakasih juga kami ucapkan kepada Mas Dodo dan Istri, maaf kalau selama kami di solo selalu merepotkan. Saya dan Joko Purnama melakukan pendakian gunung lawu pada tanggal 22 – 25 Juli 2010, sebenarnya ini acara yang sangat meriah karena sebelumnya banyak teman – teman yang bersedia untuk mengikuti acara ini, tapi tanpa disangka – sangka dan tak diduga ternyata yang dapat ikut hamya 2 orang saja. 2 orang? iya 2 orang, berdua pun tak menyurutkan niat kami untuk mendaki gunung lawu yang memilliki ketinggian 3265 meter diatas permukaan laut. Beruntung kami bertemu dengan Mas Denny orang asli solo yang kebetulan ingin mendaki gunung lawu juga, alhasil kami menjadi bertiga mendaki gunung lawu. Alhamdulillah kami bertiga sampai di puncak hargo dumilah, puncak tertinggi gunung lawu. Kami sempat bermalam/ menginap di rumah saudara (Angga) yang kebetulan kuliah di UNS, dan kebetulan juga ada tetangga rumah (Senior PALAKAS) Mas Ndu beserta istri dan ditemani oleh Tura ingin pulang kampung yang berada di karang anyar, solo. Lalu kami memutuskan untuk mampir ketempatnya. Rencana yang tadinya ingin berada di solo selama 4 hari berubah menjadi 10 hari.

Transportasi
Naik kereta api Bengawan dengan biaya Rp. 37.000 dari stasiun tanah abang turun di stasiun solo jebres, lalu alan kaki sekitar 300 meter menuju prempatan RS. Dokter OEN atau naik angkot warna kuning. Dari prempatan RS. Dokter OEN dilanjut dengan menggunakan bus PO. Langsung Jaya turun di terminal tawangmangu dengan membayar Rp. 8.000/ orang. Dari terminal tawangmangu dilanjut dengan angkot berwarna putih menuju cemoro kandang atau cemoro sewu dengan mambayar Rp. 7.000/ orang.

Perijinan
Membayar administrasi sebesar Rp. 5.000/ orang

Jarak Tempuh/ Pos Via Cemoro Sewu
Pos Pemantauan – Pos 1 = 1,99 Km
Pos 1 – Pos 2 = 2,0 Km
Pos 2 – Pos 3 = 0,7 Km
Pos 3 – Pos 4 = 1,2 Km
Pos 4 – Pos 5 = 0,3 Km
Pos 5 – Puncak = 0,8 Km

Pos Via Cemoro Kandang
Puncak – Perapatan
Perapatan – Cokrosuryo
Cokrosuryo – Penggik
Penggik – Taman sari atas
Taman sari atas – Taman sari bawah
Taman sari bawah – Pos cemoro kandang

Suhu di puncak rata – rata 4°C – 5°C. Jarak pendakian gunung lawu dari posko cemoro sewu + 6,990 Km. Jarak tempuh perjalanan ± 4 – 5 jam (Cepat) ± 7 – 9 jam (Normal). Lewatlah jalur atau route yang telah ada karena sangat berbahaya, banyak jurang yang tertutup semak. Apabila para pendaki ada yang diikuti burung “Jalak Gading” JANGAN DIGANGGU sebab dapat menyesatkan. Jalan di route ini adalah jalan yang berbatu.

Tempat – Tempat Sakral Di Gunung Lawu
Hargo Dalem
Hargo dalem adalah suatu tempat yang sakral dimana tempat tersebut ada sebuah makam atau petilasan PRABU BRAWIJAYA V. Konon tempat ini dipercaya sebagai tempat bertapanya PRABU BRAWIJAYA V (Eyang Lawu) tempat tersebut sampai sekarang masih dipercaya untuk melakukan upacara spiritual.

Sendang Drajat
Sendang drajat adalah suatu sumber air yang akan kita jumpai di jalur pendakian. Tempat dan air tersebut mempunyai mitos yang amat tinggi. Lebih tepatnya tempat yang sakral.

Pawon Sewu
Tempat tersebut penuh dengan tumpukan batu karang yang menyerupai candi. Tempat ini juga digunakan untuk memberi pencerahan atau penuturan PRABU BRAWIJAYA V (Eyang Lawu) kepada pengikutnya.

Sumur Jolotundho
Adalah sebuah lorong kecil dengan diameter ± 3 M. tempat tersebut juga sebagai tempat dimana PRABU BRAWIJAYA V (Eyang Lawu) mencari atau mendapatkan petunjuk dari Tuhan YME. Bagi yang mempercayainya didalam sumur tersebut terdapat tetetsan air yang bertuah.

Kawah Condrodimuko
Adalah kawah atau lubang yang terletak diantara lereng hargo dumilah dan cokro srengenge yang selalu dipenuhi asap putih.

Sebelumnya kami meminta maaf karena rencana pendakian bersama ke Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) 3726 MDPL pada bulan juli 2010 kami batalkan, karena berbagai faktor yang menghambat rencana pendakian tersebut. Lihat https://rempakem.wordpress.com/2010/01/22/rencana-yang-akan-segera-terlaksana/
Maka sebagai alternatif pendakian di bulan juli 2010 kami memilih untuk mendaki gunung lawu. Gunung Lawu (3.265 mdpl) terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Status gunung ini adalah gunung api “istirahat” dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Gunung lawu memiliki tiga puncak, puncak hargo dalem, hargo dumiling dan hargo dumilah. Puncak hargo dumilah merupakan puncak tertinggi di gunung lawu.

Pendakian Gunung Lawu Juli 2010

Pendakian Gunung Lawu Juli 2010


REMPAKEM (Remaja Pecinta Kemping) Present :
Pendakian Gunung Lawu Juli 2010 (Menggapai Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling Hargo Dumilah).

Untuk semua teman – teman remaja pecinta kemping, kali ini REMPAKEM kembali hadir membuat event pendakian gunung dengan tema Pendakian Gunung Lawu Juli 2010 (Menggapai Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling, Hargo Dumilah), Naik Dari Cemoro Sewu, Turun Di Cemoro Kandang. Pendakian gunung lawu juli 2010 merupakan perjalanan yang santai dengan prinsip “Ada sama dimakan, engga ada sama dicari” yang artinya senang dan susah ditanggung bersama – sama. Adapun pelaksanaan kegiatan pendakian gunung lawu direncanakan pada :

15 – 18 Juli 2010

Biaya Rp. 250.000/ Orang

Biaya Ini Sudah Termasuk :
– Transportasi P.P
– Makan dan snack selama pendakian
– Sticker
– Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) Gunung Lawu
– Wisata air terjun
– Wisata malam di kota Solo

Adapun Perlengkapan Individu Yang Harus Dibawa :
– Carrier/ Daypack
– Tenda dan Matras
– Sleeping Bag
– Sepatu Trekking
– Sandal Gunung
– Senter/ Head Lamp
– Raincout/ Jas Hujan
– Baju Hangat
– Kacamata Hitam
– Sunblock
– Pakaian Ganti Secukupnya
– Perlengkapan Ibadah
– Perlengkapan Mandi
– Obat2an Pribadi
– Kamera Pribadi
– Tanda Pengenal Pribadi + Fotocopy an
– Makanan atau snack tambahan kesukaan

Susunan Acara Kegiatan Pendakian Gunung Lawu Juli 2010
Hari Pertama, 15 Juli 2010
12.00 – 14.00 Preparation
14.00 – 14.30 Perjalanan menuju stasiun kereta api tanah abang
14.30 – 15.00 Tiba di stasiun kereta api tanah abang
15.00 – 15.30 Menunggu kereta api senja bengawan
15.30 Perjalanan menuju stasiun solo jebres menggunakan kereta senja bengawan (Kereta Ekonomi)

Hari Kedua, 16 Juli 2010
05.00 Tiba di stasiun solo jebres
05.00 – 06.00 Menuju terminal tawangmangu
06.00 – 07.00 Tiba di terminal tawangmangu
07.00 – 08.00 Menuju pintu masuk pendakian gunung lawu cemoro sewu
08.00 – 09.00 Tiba di cemoro sewu + Sarapan pagi di warung sekitar cemoro sewu
09.00 – 10.00 Akliatisasi + Pemanasan untuk pendakian
10.00 – 11.00 Memulai pendakian gunung lawu
11.00 – 12.00 Tiba di pos 1 wesen – wesen
12.00 – 13.00 Tiba di pos 2 watu gedeg + Makan siang
13.00 – 14.00 Tiba di pos 3 watu gede
14.00 – 15.00 Tiba di pos 4 watu kapur
15.00 – 16.00 Tiba di pos 5 jolo tundo
16.00 – 16.30 Tiba di sendang derajat
16.30 – 17.00 Tiba di komplek puncak hargo dalem
17.00 Ngecamp di hargo dalem

Hari Ketiga, 17 Juli 2010
03.00 – 04.00 Repacking + Sarapan
04.00 – 05.00 Summit attack hargo dumilah
05.00 – 06.00 Narsis Time
06.00 – 07.00 Menuju puncak hargo dumiling
07.00 – 08.00 Persiapan turun gunung via cemoro kandang + OPSIH
08.00 – 08.30 Tiba di pos 5 perapatan
08.30 – 09.00 Tiba di pos 4 cokro suryo
09.00 – 09.30 Tiba di pos 3 penggik
09.30 – 10.30 Tiba di pos 2 taman sari atas
10.30 – 11.00 Tiba di pos 1 taman sari bawah
11.00 – 11.30 Tiba di cemoro kandang
11.30 – 13.30 Bersih – bersih + Makan siang di warung sekitar cemoro kandang
13.30 – 15.00 Wisata air terjun grojoggan sewu
15.00 – 16.00 Menuju terminal tawangmangu
16.00 Menuju UNS (Universitas Negeri Solo) + Bermalam di salah satu mahasiswa UNS + Wisata malam di kota solo

Hari Keempat, 18 Juli 2010
08.00 – 09.00 Persiapan untuk pulang + Sarapan
09.00 – 09.30 Menuju terminal tirtonadi
09.30 – 19.30 Perjalanan menuju jakarta
19.30 – 20.00 Tiba di jakarta + Menuju lokasi masing – masing
20.00 Tiba dilokasi masing – masing dengan selamat.

Informasi Lebih Lanjut Hubungi :
1. Fitrah Abdul Quddus : 085883168624
2. Email : fitrah_abdul@yahoo.com
3. FB: http://www.facebook.com/fitrah.abdul.quddus
4. Lihat di https://rempakem.wordpress.com/tag/pendakian-gunung-lawu-2010/

Catatan : Susunan acara kegiatan sewaktu – waktu dapat berubah mengingat situasi dan kondisi dilapangan.

Pendakian langsung 2 gunung merbabu dan merapi
Tanggal 12 sampai 16 Mei 2010. Bagi yang berminat bisa langsung bertemu di stasiun kereta api pasar senen atau hubungi akew di nomor 085883168624. Terimakasih.
Pendakian gunung merbabu dilaksanakan melalui jalur thekelan, kopeng – salatiga turun melalui jalur selo dan langsung dilanjutkan ke gunung merapi.

Manajemen perjalanan pendakian gunung merbabu dan merapi
12 Mei 2010
19.00 – 20.00 Persiapan keberangkatan
20.00 – 20.30 Menuju stasiun pasar senen
20.30 – Tiba di stasiun pasar senen dan menuju semarang

13 Mei 2010
08.00 – 09.00 Tiba di stasiun semarang poncol
09.00 – 10.00 Perjalanan menuju kota salatiga
10.00 – 11.00 Tiba di pasar sapi
11.00 – 11.30 Menuju kopeng
11.30 – 12.00 Tiba di bumi perkemahan umbul songo
12.00 – 12.30 Tiba di basecamp gunung merbabu
12.30 – 14.00 Rest + persiapan pendakian gunung merbabu
14.00 – 18.00 Pendakian gunung merbabu
18.00 – Istirahat

14 Mei 2010
04.30 – 05.30 Menuju puncak syarif
05.30 – 06.00 Tiba di puncak syarif
06.00 – 08.00 Menuju puncak kenteng songo
08.00 – 09.00 Tiba di kenteng songo
09.00 – 13.00 Perjalanan menuruni gunung merbabu
13.00 – 16.00 Tiba di (basecamp merbabu) jalur selo
16.00 – 16.30 Persiapan menuju basecamp gunung merapi
16.30 – 17.00 Perjalanan menuju basecamp merapi
17.00 – 17.30 Tiba di basecamp merapi
17.30 – Istirahat di basecamp merapi

15 Mei 2010
06.00 – 07.00 Persiapan mendaki gunung merapi
07.00 – 12.00 Pendakian gunung merapi
12.00 – 12.30 Tiba di puncak garuda
12.30 – 16.00 Perjalanan menuruni gunung merapi
16.00 – 16.30 Tiba di basecamp merapi
16.30 – 17.00 Persiapan menuju jogjakarta
17.00 – 19.00 Perjalanan menuju jogjakarta
19.00 – Tiba di jogjakarta

16 Mei 2010
08.00 – 16.00 Pulang menuju kayumanis tercinta
16.00 – Tiba di kayumanis dengan selamat

Kaos merbabu merapi

Kaos yang akan digunakan ketika mendaki gunung merbabu dan merapi

Kaos yang akan digunakan ketika mendaki gunung merbabu dan merapi