Lawu, pendakian yang sempat tertunda

Pendakian Gunung Lawu Juli 2010 (Menggapai Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling Hargo Dumilah). Sempat tertunda karena berbagai faktor keterbatasan, rencana awal kami berencana untuk mendaki gunung lawu pada tanggal 15 – 18 Juli 2010. Akhirnya kami mendaki gunung lawu pada tanggal 22 – 25 Juli 2010, naik lewat cemoro sewu dan turun lewat cemoro kandang. Terimakasih kami ucapkan kepada teman – teman yang telah membantu, terutama kepada Joko Purnama (Jongki) yang setia menemai pendakian gunung lawu, Mas Denny yang bertemu di cemoro sewu dan bersedia untuk ikut mendaki bersama, Fajar Galih Permana (Angga) atas kamar kontrakan dan makanan selama kami menginap, Arthura Ardi Rizandha (Tura) atas bantuan materi nya, Mas Ndu & Mba Nur atas bantuan materi dan imateri, serta terimakasih juga kami ucapkan kepada Mas Dodo dan Istri, maaf kalau selama kami di solo selalu merepotkan. Saya dan Joko Purnama melakukan pendakian gunung lawu pada tanggal 22 – 25 Juli 2010, sebenarnya ini acara yang sangat meriah karena sebelumnya banyak teman – teman yang bersedia untuk mengikuti acara ini, tapi tanpa disangka – sangka dan tak diduga ternyata yang dapat ikut hamya 2 orang saja. 2 orang? iya 2 orang, berdua pun tak menyurutkan niat kami untuk mendaki gunung lawu yang memilliki ketinggian 3265 meter diatas permukaan laut. Beruntung kami bertemu dengan Mas Denny orang asli solo yang kebetulan ingin mendaki gunung lawu juga, alhasil kami menjadi bertiga mendaki gunung lawu. Alhamdulillah kami bertiga sampai di puncak hargo dumilah, puncak tertinggi gunung lawu. Kami sempat bermalam/ menginap di rumah saudara (Angga) yang kebetulan kuliah di UNS, dan kebetulan juga ada tetangga rumah (Senior PALAKAS) Mas Ndu beserta istri dan ditemani oleh Tura ingin pulang kampung yang berada di karang anyar, solo. Lalu kami memutuskan untuk mampir ketempatnya. Rencana yang tadinya ingin berada di solo selama 4 hari berubah menjadi 10 hari.

Transportasi
Naik kereta api Bengawan dengan biaya Rp. 37.000 dari stasiun tanah abang turun di stasiun solo jebres, lalu alan kaki sekitar 300 meter menuju prempatan RS. Dokter OEN atau naik angkot warna kuning. Dari prempatan RS. Dokter OEN dilanjut dengan menggunakan bus PO. Langsung Jaya turun di terminal tawangmangu dengan membayar Rp. 8.000/ orang. Dari terminal tawangmangu dilanjut dengan angkot berwarna putih menuju cemoro kandang atau cemoro sewu dengan mambayar Rp. 7.000/ orang.

Perijinan
Membayar administrasi sebesar Rp. 5.000/ orang

Jarak Tempuh/ Pos Via Cemoro Sewu
Pos Pemantauan – Pos 1 = 1,99 Km
Pos 1 – Pos 2 = 2,0 Km
Pos 2 – Pos 3 = 0,7 Km
Pos 3 – Pos 4 = 1,2 Km
Pos 4 – Pos 5 = 0,3 Km
Pos 5 – Puncak = 0,8 Km

Pos Via Cemoro Kandang
Puncak – Perapatan
Perapatan – Cokrosuryo
Cokrosuryo – Penggik
Penggik – Taman sari atas
Taman sari atas – Taman sari bawah
Taman sari bawah – Pos cemoro kandang

Suhu di puncak rata – rata 4°C – 5°C. Jarak pendakian gunung lawu dari posko cemoro sewu + 6,990 Km. Jarak tempuh perjalanan ± 4 – 5 jam (Cepat) ± 7 – 9 jam (Normal). Lewatlah jalur atau route yang telah ada karena sangat berbahaya, banyak jurang yang tertutup semak. Apabila para pendaki ada yang diikuti burung “Jalak Gading” JANGAN DIGANGGU sebab dapat menyesatkan. Jalan di route ini adalah jalan yang berbatu.

Tempat – Tempat Sakral Di Gunung Lawu
Hargo Dalem
Hargo dalem adalah suatu tempat yang sakral dimana tempat tersebut ada sebuah makam atau petilasan PRABU BRAWIJAYA V. Konon tempat ini dipercaya sebagai tempat bertapanya PRABU BRAWIJAYA V (Eyang Lawu) tempat tersebut sampai sekarang masih dipercaya untuk melakukan upacara spiritual.

Sendang Drajat
Sendang drajat adalah suatu sumber air yang akan kita jumpai di jalur pendakian. Tempat dan air tersebut mempunyai mitos yang amat tinggi. Lebih tepatnya tempat yang sakral.

Pawon Sewu
Tempat tersebut penuh dengan tumpukan batu karang yang menyerupai candi. Tempat ini juga digunakan untuk memberi pencerahan atau penuturan PRABU BRAWIJAYA V (Eyang Lawu) kepada pengikutnya.

Sumur Jolotundho
Adalah sebuah lorong kecil dengan diameter ± 3 M. tempat tersebut juga sebagai tempat dimana PRABU BRAWIJAYA V (Eyang Lawu) mencari atau mendapatkan petunjuk dari Tuhan YME. Bagi yang mempercayainya didalam sumur tersebut terdapat tetetsan air yang bertuah.

Kawah Condrodimuko
Adalah kawah atau lubang yang terletak diantara lereng hargo dumilah dan cokro srengenge yang selalu dipenuhi asap putih.

Iklan
2 comments
  1. Assalamualaikum. Salam lestari, wah selisih 1 minggu dengan para pendaki dari semarang. Aku ma teman2 muncak tanggal 17 Juli, waktu itu sedang ada pendakian massal dengan teman2 semarang, kita ambil jalur cemoro sewu, seru banget cos ketemu teman2 dari daerah lain juga jadi rame banget waktu kita melakukan pendakian cuaca udah mendung dari sore hari, jadi abiz ashar langsung mulai naik. Sempat kehujanan juga waktu di tengah2 pos, udara dingin banget, waktu udah nyampe sendang drajat, ujan lebat banget. Trus pagi hari baru naik ke puncak, sayangnya puncak penuh kabut jadi gak bisa melihat pemandangan dengan jelas. Ya begitulah sekilas cerita. Pulang kita tetap ambil jalur cemoro sewu, sayang kita gak sempat ambil dokumentasi seperti ini, ya paling cuma foto – foto hape doank. Semoga bisa ketemu di pendakian selanjutnya. Salam lestari.

    • Marakew said:

      Waalaikumsalam, mudah – mudahan di lain kesempatan kita dapat mendaki gunung bersama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: