Kepulan asap putih di kawah ratu

Pos Pendakian

Pos Pendakian

Indahnya ranu kumbolo masih belum dapat kami lupakan, perlengkapan pendakian gunung saat ke semeru pun baru kami bersihkan, dan kami masih merasakan trauma ketika kami naik kereta api matarmaja yang sangat menyedihkan. 2 minggu baru saja berlalu dari berakhirnya pendakian ke gunung semeru pada tanggal 04 Oktober 2009 yang lalu, kali ini Fitrah Abdul Quddus menemani Deni Kurniawan yang biasa di sapa Mas NDU selaku senior PALAKAS (Pecinta Alam Kayumanis Satu) kembali melakukan perjalanan dan yang menjadi objek pendakian adalah kawah ratu. Perjalanan ke kawah ratu ini sudah kali ketiga fitrah lakukan dan deni kurniawan sudah hampir delapan kali menikmati kepulan asap putih di kawah ratu. Hari minggu tanggal 18 Oktober 2009 pada siang hari perlengkapan dan logistic di packing ke dalam carriel berukuran 60 liter.
Di MKGR pada saat ingin berangkat

Di MKGR pada saat ingin berangkat


Pada dini hari memasuki tanggal 19 Oktober 2009 ketika ingin berangkat menuju kawah ratu kami sempat makan nasi goreng Bang Isak setelah selesai makan kami pun langsung berangkat dengan menggunakan kendaraan bermotor roda dua menuju pasir reungit – bogor, yang sebelumnya berpamitan dengan teman – teman dan berpose didepan kamera. Selama di perjalanan mas ndu sangat fokus mengendarai sepeda motor dan saya asik duduk di belakang dengan carriel dipunggung, titik awal perjalanan yaitu kayumanis satu melewati manggarai, pancoran, pasar minggu, depok, dan cimanggis sesampainya di daerah cimanggis kami pun mengisi bahan bakar minyak dan sambil beristirahat di SPBU menikmati sebatang rokok tak selang beberapa lama kami pun kembali melanjutkan perjalanan yang pada malam hari itu dingin, dingin, dan dingin yang kami rasakan. Motor melaju dengan sangat cepat cibinong pun sudah terlewati dan tanpa disadari akhirnya kami sudah memasuki perbatasan kota bogor, ketika sudah sampai di bogor sesekali kami berhenti di sebuah warung kecil pinggir jalan untuk bertanya – tanya arah menuju desa cibatok sambil kembali menikmati rokok dan meminum segelas kopi.
Istirahat di bogor

Istirahat di bogor


Petunjuk arah pun sudah kami dapatkan dari penjaga warung dan kami pun melanjutkan kembali perjalanan ke pasir reungit kami melewati terminal bubulak yang pada malam hari itu terlihat sepi, dan pada aakhirnya sampailah kami di desa cikampak, desa cikampak berada sebelum desa cibatok. Perjalanan dari desa cikampak menuju pasir reungit terus menanjak dan berkelok – kelok kami sempat beristirahat cukup lama di pertigaan cikampak segog dan di pertigaan ada papan bertuliskan kawah ratu 13 kilometer ternyata perjalanan kami pun sudah semakin dekat, dengan semangat kami kembali meneruskan perjalanan dan pada akhirnya kami pun sampai di pintu masuk wan wisata gunung bunder lalu kami membayar administrasi sebesar Rp 5.000/orang karena kami membawa motor roda dua biaya ditambah Rp 2000. Sesampainya di warung kami langsung istirahat dan pada saat itu mentari pagi sudah menampakkan wujudnya, kami sempat terlewat keluar kawasan wana wisata gunung bunder karena sudah banyak sekali perubahan, banyak alternatife jalan menuju kawah ratu akhirnya kami memutuskan untuk mendaki kawah ratu dari objek wisata curug ngumpet yang memang air terjun nya ngumpet. Sangat beruntung sekali warung pada saat itu buka sedikit berbasa basi dengan pemilik warung akhirnya kami menitipkan sepeda motor yang kami bawa lalu kami membuka tenda di area camping ground sekitar curug ngumpet untuk beristirahat dan memasak.
Warung di pasir reungit

Warung di pasir reungit


In area camping ground

In area camping ground


Rencana kami untuk mendaki menuju kawah ratu pada siang hari karena dari kemarin kami belum tidur, hehehehe. Setelah kami sarapan pagi, meminum segelas teh manis hangat, dan menghisap 2 batang rokok kami pun tertidur. Ketika kami sedang asik tidur kami merasakan panas didalam tenda ternyata matahari sudah diatas kepala yang artinya hari sudah siang, kami pun langsung packing kembali memasukkan perlengkapan dan logistik ke dalam tas carriel dan bersiap untuk mendaki ke kawah ratu. Kami memisahkan perlengkapan dan logistik yang akan kami bawa menuju kawah ratu sebagian perlengkapan kami titipkan ke warung. Setelah selesai packing kami pun langsung berjalan menyusuri jalan setapak tidak lama kami bertemu dengan penjaga dan membayar administrasi lagi ketika ingin mendaki ke kawah ratu sebesar Rp 5.000/orang lalu kami berhenti sejenak untuk mengambil gambar di pos pendakian. Mulai dari jalan setapak berupa tanah dan bebatuan, jalur yang becek, dan jalur aliran air sungai kami lewati kurang lebih dua jam waktu yang kami tempuh untuk sampai di kawah ratu berangkat dari pukul 10:30 – 12:30 wib.
Packing

Packing


Persiapan ke kawah ratu

Persiapan ke kawah ratu


Sesampainya di kawah ratu kepulan asap putih yang khas berbau belerang pun tercium menyengat, kemeja dan slayer yang di bawa kami gunakan untuk penutup hidung, sujud syukur pun kami lakukan ketika sampai di kawah ratu. Kami tidak berlama – lama di kawah yang pada akhirnya kami turun meninggalkan kawah ratu dan kembali ke warung.
Papan peringatan

Papan peringatan


Mas deni di kawah ratu

Mas deni di kawah ratu


Di kawah ratu

Di kawah ratu


Sesampainya di warung kami segera bersih – bersih lalu memasak dan terjalinlah keakraban diantara kami, hahahaha. Malam hari pun tiba dingin yang kami rasakan pada saat itu akhirnya kami tidur di warung dengan menggunakan matras dan sleeping bag.
Selasa pagi tanggal 20 Oktober 2009 akhirnya kami kembali pulang ke Jakarta meninggalkan kawah ratu. Selamat tinggal kawah ratu.

Iklan
5 comments
  1. Mas denny said:

    apa kabra…….

  2. Vino said:

    Akuur euy… 22an
    Gw curiga jd’y..

    • Marakew said:

      Tidak ada yang harus dicurigai. Ini murni pendakian, hihihi

  3. Jongky said:

    Sayang gw kagak ikut.

  4. Andry said:

    Mantep… ke kawah ratu lagi lah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: