Gunung ciremai yang menyisakan tangis

Rencana awal kita akan melakukan pendakian gunung ciremai 3.078 mdpl kuningan – jawa barat, satu minggu setelah lebaran 1429H tetapi musibah datang melanda salah satu dari anggota pendaki (mardiansyah) adik nya terjatuh dari atas truk pada saat memeriahkan malam takbiran, kepalanya terbentur aspal dan harus segera dilarikan kerumah sakit dan di operasi, tangisan pun sudah tak dapat di hindari. 2 minggu berlalu adik nya mardiansyah masih dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo, rencana pendakian ke gunung ciremai pun di batalkan. Syukur alhamdulillah ALLAH SWT dengan kebesarannya memberi kesembuhan kepada adik mardiansyah lewat tangan para dokter dan perawat. Namun tak disangka setelah kembalinya pulang adik mardiansyah dari rumah sakit, mardiansyah kembali mengajak mendaki gunung ciremai dan akhirnya pada tanggal 19 – 22 februari 2009 kami remaja pecinta kemping Andry setiawan, Mardiansyah, dan Fitrah abdul quddus yang tergabung dalam PALAKAS (Pecinta Alam Kayumanis Satu) malakukan pendakian ke gunung ciremai *gunung tertinggi di jawa barat* dengan ketinggian 3.078 meter diatas permukaan laut, daerah kuningan.
Persiapan pun mulai di matangkan, mulai dari pinjam perlangkapan carriel, kompor, dan tenda kesana kemari (maklum masih minim perlengkapan). Satu hari sebelum keberangkatan menuju gunung ciremai perlengkapan barang bawaan pun sudah siap. Kami pun tak menyia-nyiakan waktu untuk mengemas (packing) yang dilaksanakan di rumah fitrah abdul quddus alias akew pada tanggal 18 februari 2009 pukul 19:00 wib dan di temani oleh Mas NDU (Senior PALAKAS). Setelah semua barang bawaan masuk kedalam carriel dan di bungkus cover bag akhirnya kami memutuskan untuk istirahat untuk besok.
19 februari 2009 pukul 09:00 pagi kami berkumpul dan langsung menuju ke shelter busway pasar genjink untuk menuju terminal pulogadung, didalam busway pun kami dilihat oleh para penumpang lainnya, mungkin di dalam hati kecil mereka berkata “wah mau camping ya? ikutan dunk”.

PALAKAS

PALAKAS


Halte Busway

Halte Busway


Pukul 09:30 kami tiba di terminal pulogadung, langsung masuk terminal Rp500/orang, lalu menanyakan bus yang kearah kuningan naik darimana dan nama bus nya apa (maklum kita bertiga belum pernah ke gunung ciremai sebelumnya). Bus sahabat pun jadi pilihan kami, tawar menawar harga pun dilakukan sebelum menaiki bus sahabat, kesepakatan Rp40.000/orang. Didalam bus kami disuguhi lagu-lagu versi jawa barat yang di putar lewat vcd. Cukup lama kami menunggu akhirnya bus sahabat pergi meninggalkan terminal pulogadung pada pukul 12:00 siang (jangan pernah menaiki bus sahabat, lama nunggu penumpangnya. Naik lah bus luragung atau putra luragung). Selama perjalanan didalam bus sahabat kami pun foto-foto, bercanda, dan tidur. Para pedagang yang menawarkan makanan dan pengamen silih berganti dan tak kunjung usai.
Bus Sahabat

Bus Sahabat


Tepat pukul 17:00 sore kami tiba di terminal cirebon, bus sahabat pun meneruskan perjalanannya ke terminal kuningan, kami turun di desa cilimus sebelum terminal kuningan. Dari desa cilimus kami naik angkot ke desa linggarjati (angkot berwarna kuning) dengan biaya Rp2.500/orang.
Tibalah kami di pos pendaftaran pendakian gunung ciremai jalur linggarjati pada pukul 18:00. Kami pun disambut hangat oleh para penjaga pos disana. Langsung registrasi Rp6.500/orang, ngerokok-ngerok, dan istirahat. Selama registrasi terjadi percakapan :
Aa : Darimana…?
Akew : DKI Jakarta, Jakarta Timur, Matraman
Aa : Berapa orang..?
Akew : 3 orang a, gimane rame yang mendaki gunung ciremai saat ini?
Aa : Sepi.. Cuma kalian bertiga aja…..
Akek : Ian, Dri. Cuma kita bertiga yang mendaki…..
Andri : Wuih, gunung ciremai cuma milik kita bertiga.
Dian : Serius???
Di pos linggarjati ada mushola yang dapat digunakan untuk bermalam, karena kami tiba sampai pos linggarjati malam akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di mushola tersebut peralatan dapur pun dikeluarkan untuk memasak makanan *bayangin aja selama perjalanan di bus kami hanya makan tahu, lontong, tahu, dan lontong* setelah makan pakai pakaian tidur dan istirahat.
Pos Linggarjati

Pos Linggarjati


Kukuruyukkkkkkkkkk, pagi telah tiba pukul 06:00 tanggal 20 februari 2009. Tak pake mandi langsung siap-siap mendaki. Awal yang indah di pagi hari dan penuh semangat untuk mendaki terpancar dari wajah Andri, Dian, dan Akew.
Pos Linggarjati

Pos Linggarjati


Perjalanan pun dilanjutkan ke pos cibunar, wah memang payah diawal. Baru jalan akew sudah kecapean, sebentar-sebentar istirahat. Mungkin kecapean ini disebabkan karena tidak sarapan pagi. Tapi dengan motivasi andry, dian, dan istirahat sebentar akhirnya perjalanan dilanjutkan kembali. Tak begitu jauh lagi pos cibunar terlihat didepan mata, akhirnya kami tiba dan langsung mengisi perbekalan air, *ambillah air sebanyak-banyaknya di pos cibunar karena dari pos cibunar sampai puncak tidak ada sumber air lagi*
Gunung Ciremai 3.078 mdpl

Gunung Ciremai 3.078 mdpl


Pos Cibunar

Pos Cibunar


Perjalanan pun dilanjutkan ke pos leuwing datar, pos ketiga gunung ciremai akan tetapi di pos leuwing datar tidak diketahui letak posnya oleh kami dan tiba-tiba kami berada di pos condang amis, yaitu pos keempat gunung ciremai. Sebenarnya kami dari awal memperhatikan lingkungan sekitar tapi pos leuwing datar ternyata sudah terlewati dan kami tidak menyadarinya. Kami berjalan melewati hutan yang di dominasi dengan perkebunan penduduk. Sesampainya di condang amis kami melihat banyak sekali pohon yang tumbang, kami istirahat sejenak sambil memakan bekal bawaan yang telah kami bawa.
Pos Condang Amis

Pos Condang Amis


Pos kuburan kuda, pangalap, tanjakan bin2, tanjakan seruni, sudah kami lewati, di sepanjang perjalanan pendakian gunung ciremai memang benar-benar kami tak menemui seorang pendaki, selain kami bertiga. Alangkah sepinya gunung ciremai pada saat itu. Hari sudah sore dan jalur pendakian pun sudah gelap. Andry berkata tampaknya sebentar lagi akan turun hujan kita bermalam disini saja, kami pun langsung mencari lahan yang dapat digunakan untuk membuka tenda. Akhirnya kami istirahat didalam tenda dan tak lama berselang hujan pun turun, kami langsung menampung air hujan untuk memasak dan membuat teh manis, ternyata teh manis dengan air hujan rasanya lebih nikmat.
Pos Kuburan Kuda

Pos Kuburan Kuda


tanggal 21 februari 2009 kami bersyukur karena masih dapat menghirup udara yang sejuk, melihat butiran embun pagi, dan mendengar kicauan burung sambil menikmati hidangan makanan dan minuman yang sudah disiapkan oleh andry. Yang sebelumnya situasi dan kondisi alam yang cukup mencekam karena hujan yang tak kunjung usai, kami pun segera berkemas dan ingn cepat-cepat melihat puncak gunung ciremai. Tak lama kami berjalan akhirnya kami melihat pos bapatere, istirahat sebentar sambil melihat catatan jalur pendakian. “Wah ternyata baru sampe pos bapatere” celetuk andry. Kami merasa perjalanan sampai ke puncak ciremai tak selesai-selesai, sangat jauh memang. Padahal pada saat itu kami berharap kami berada di pos sangga buana. Akhirnya semangat kembali muncul ketika membayangan foto-foto bersama di puncak ciremai. So lets go, tak lama tik… tik.. tik.. ternyata hujan, kami pun segera memakai ponco dan tetap meneruskan perjalanan akhirnya kami pun tiba di pos batu lingga, tak perlu berlama-lama kami langsung meneruskan perjalanan menuju pos sangga buana, ditengah perjalanan mardiansyah mengeluh tak dapat meneruskan perjalanan. Dia minta untuk ditinggal sendirian, dan kami disuruh untuk sampai puncak terlebih dahulu. “What heaven?” apa yang terjadi dengan mardiansyah? Disinilah kekompakkan dan kebersamaan kami di uji. Akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat bersama dan mencoba membujuk untuk terus melanjutkan pendakian bersama. Setelah minum segelas susu hangat akhirnya mardiansyah kembali termotivasi untuk meneruskan pendakian. Selangkah demi selangkah kami berjalan tanda-tanda puncak pun belum terlihat, kami terus berjalan memakai ponco karena hujan tak berhenti-berhenti dan akhirnya pos pengasinan di depan mata.
Sebentar lagi puncak…
Kami harus tetap berjalan dan menaiki bebatuan agar sampai di puncak ciremai.
Dengan tergopoh-gopoh akhirnya kami tiba di puncak ciremai. Kami pun bersyukur dan tanpa disengaja air mata keluar dari kelopak mata, akan tetapi kami harus segera turun karena angin badai yang tak bersahabat.
Puncak Ciremai

Puncak Ciremai


Puncak Ciremai

Puncak Ciremai


akhinya kami membuka tenda untuk bermalam di Bongkahan batu sekitar puncak dan bermalam, puncak ciremai menjadi saksi kami bertiga.
Pagi tanggal 22 februari 2009 kami bersiap-siap untuk turun lewat jalur palutungan. Berjalan di kanan kiri jurang menjadi pengalaman indah yang tak dapat dilupakan. Goa walet tujuan selanjutnya, sesampainya di goa walet kami langsung mengambil air (di goa walet ada sumber air). Berjalan sebentar kami menemui jalan bercabang (jalur apuy kekanan dan jalur palutungan kekiri) kami pun terus berjalan melewati pos sanghiang ropoh, pos pesanggrahan, pos tanjakan asoy, pos arban, pos pangguyuban badak, pos sita, dan pos cigowong (ada sungai), akhirnya kami tiba di pospalutungan.
Mentari Pagi di Puncak Ciremai

Mentari Pagi di Puncak Ciremai


Camp

Camp


Ciremai 3.078 Meter Diatas Permukaan Laut

Ciremai 3.078 Meter Diatas Permukaan Laut


Pos Palutungan

Pos Palutungan


Akhirnya kami sampai dirumah dengan selamat. Gunung ciremai yang tak dapat dilupakan. Salam kompak selalu.

Iklan
8 comments
  1. Mas denny said:

    akewwwww……

  2. Laut said:

    Ass Wr.Wb
    terus terang ni anak betawi uda capek ngeliat gedung sudirman sepanjang jaln jakarta,
    ane pernah ke ceremai,disitu mersakan suka duka ,sukanya kita ke cremai indah pemandangan yang begitu banyak lutung yg berloncatan ,kalau sisi dukanya ,di pos pertama di sepanjang jalan tdk menemui air,ketika ingin turun masing2 anggota tdk mempunyai kedewasaan di alam,kurang hati2( egois ),dapat panggilan kerja di persh
    KOMPAS akhirnya batal karna terlambat di perjalanan menuju jakarta,sekarang uda kerja dapat cuti bersama gak bisa kemana2 alias mentok,mudah2an bisa di ajak ke kuningan setelah lebaran ini 2009.

    • Marakew said:

      Www, yup jakarta memang kota yang penuh gedung – gedung tinggi :-). Gimana kesan anda setelah mendaki gunung ciremai? Sampai berjumpa di jalur pendakian lainnya.

  3. LieVA said:

    WaAAWwWw,………
    kRen2……..
    AjaK2 Aq Atuw……

    • Marakew said:

      Terimakasih.
      Ayo lah kalau mau ikut camping.

  4. Wah ternyata situ suka alam juga tho?
    saya juga, tapi baru burangrang, papandayan ma puntang tapinya.

    • Marakew said:

      iya.., bis lebaran rencana ke semeru neh..
      ohya ngomong2 petunjuk nya tentang mic situ benar, pas saya klik advance eh suaranya muncul. terimakasih ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: