Had a great story during your adventure?

Ngerasa ada yang kurang kan kalau setelah berpetualang kisah nya menguap begitu aja..? Bisa sih diceritain ulang ke setiap orang, tapi pastinya dengan cerita yang segitu panjang, capek juga kan kalo mesti nyeritain berulang-ulang..??

Share cerita adventure lo di djarumsuper.com, siapa tahu kisah petualangan lo itu bisa jadi rekomendasi penting buat para adventurer lain.

Dan yang paling penting, dengan ng’blog disini lo bisa dapet kesempatan berpetualang bareng tim djarumsuper.com gratissss!!!

Kontes ini dibuka mulai 4 April 2011 sampai 30 Juni 2011. Masukin kisah petualangan lo sebanyak-banyaknya, karena satu dari tiga kategori pemenang adalah perserta yang paling aktif ng’blog.

Jangan lupa promosiin juga tulisan lo lewat twitter atau facebook pribadi, penulis yang tulisannya paling banyak di “like” juga bakal dipilih jadi pemenang.

Petualangan ngga harus selalu melakukan kegiatan ekstrim. Bisa aja cerita cultural trip seperti ini atau kisah jalan-jalan meng-explore alam seperti cerita yang satu ini

Tunggu apa lagi?? share your adventure here and win an amazing adventure trip with us!! If you want to read some great adventure stories written by other visitors to this page, click here

Sebelum menulis, baca term & conditions nya disini

Sindoro, i love you. Pelaksanaan pada tanggal 8 – 13 Maret 2011


Desa Kledung berada di lembah yang di apit oleh gunung Sumbing dan gunung Sindoro. Di desa ini terdapat gapura yang menjadi perbatasan antara kabupaten Temanggung dan Wonosobo. Untuk mendaki gunung Sumbing dari arah Parakan kita turun setelah gapura, sedangkan untuk mendaki gunung Sindoro kita turun sebelum gapura ini. Gunung Sindoro memiliki ketinggian 3.153 mdpl (meter dari permukaan laut) gunung ini sering menjadi tujuan utama para Pecinta Alam, terutama untuk melakukan ekspedisi Triple S (Slamet, Sumbing, Sindoro). Medan yang terjal, panasnya sengatan matahari serta tidak adanya sumber air menjadi tantangan utama dalam pendakian. Seringkali pendaki tidak bisa melanjutkan pendakian karena kehabisan air minum.


Tempat pendaftaran di Kledung yang juga menjadi markas Tim SAR ini menyediakan tempat untuk menginap, kamar mandi, menjual kaos, stiker, gantungan kunci, makanan dan minuman. Pendaki dapat memesan makanan bungkus sebagai bekal di perjalanan, karena memasak dan berkemah di gunung akan memerlukan persediaan air yang banyak. Pendakian ke gunung Sindoro sebaiknya dilakukan pada malam hari karena untuk menghindarai panas dan debu, serta untuk menghemat air minum.


Perjalanan diawali dari basecamp melewati perkampungan penduduk. Selanjutnya menapaki jalan berbatu sejauh sekitar 2 km melintasi kebun penduduk yang didominasi oleh tanaman jagung. Track awal landai kemudian sedikit menanjak ketika memasuki kawasan hutan pinus menjelang Pos 1 Sibajing, dengan ketinggian 1.900 mdpl. Dari Pos 1 ini kita berbelok ke kanan , jangan mengambil jalan lurus karena buntu. Kita harus mendaki dan menuruni 2 buah punggungan gunung. Jalur bergeser ke punggungan yang lain melintasi tiga buah jembatan kayu. Pohon lamtoro dan pinus yang cukup lebat di sepanjang jalur cukup membuat suasana menjadi sejuk.


Pos II berada pada ketinggian 2.120 mdpl.


Menuju Pos III medan mulai terjal dan berbatu, terdapat sebuah batu yang sangat besar di tengah jalan setapak. Pendaki dapat beristirahat di atas batu sambil menikmati pemandangan alam. Jalan tanah berdebu bercampur kerikil seringkali menyulitkan pendakian. Medan mulai terbuka kembali sehingga di siang hari akan terasa panas. Gunung sumbing sudah mulai kelihatan, sangat tinggi dan besar sehingga bisa menjadi hiburan selama pendakian yang melelahkan. Pos III Seroto berada pada ketinggian 2.530 mdpl, lokasinya terbuka dan cukup luas untuk mendirikan belasan tenda. Dari sini kita akan menyaksikan pemandangan yang sangat indah ke arah gunung Sumbing. Pemandangan lereng terjal gunung Sindoro serta puncak bayangan yang nampak di depan mata sangat indah untuk dinikmati. Dari Pos III pendakian dilanjutkan dengan melintasi jalan berbatu yang terjal disertai dengan kerikil dan debu. Meskipun medan sangat berat kawasan ini agak rindang karena banyak ditumbuhi oleh pohon lamtoro dan tanaman perdu. Jalur kembali terbuka melintasi medan yang banyak terdapat batu – batu besar. Setelah mencapai puncak bayangan pertama, pendaki harus menghadapi puncak bayangan berikutnya yang kelihatan sangat tinggi dan curam. Menuju puncak bayangan ke dua yang terjal dengan medan yang berbatu sungguh sangat melelahkan, terutama bila dilakukan pendakian pada siang hari akan terasa sangat panas dan kita akan sering kehausan. Beruntung medan yang kita lewati ditumbuhi oleh pohon lamtoro dalam jarak yang agak dekat sehingga bisa digunakan untuk berteduh. Lintasan berikutnya melewati medan berbatu dengan tanaman edelweis. Sesampainya di puncak bayangan kedua setelah melewati hutan edelweis, medan kembali terbuka dan harus melintasi batu – batu besar. Puncak gunung yang sesunguhnya masih belum nampak karena tertutup pandangan oleh pohon – pohon edelweis.


Jalur akhir menuju puncak ini medannya sangat berat, selain terjal dan terbuka, panas matahari sangat terasa menyengat, kelelahan dan kehausan menyertai para pendaki. Batu – batu besar menjadi pijakan di sepanjang lintasan. Di siang hari pasir dan batu terasa sangat panas bila disentuh, terutama batu yang berwarna hitam bila dipegang terasa sangat panas sekali. Tidak mengherankan jika di gunung Sindoro ini sering terjadi kebakaran. Menjelang puncak pohon edelweis banyak tumbuh sehingga bisa menjadi tempat berlindung dari teriknya matahari.


Puncak gunung Sindoro tidak terlalu luas tetapi melingkar mengelilingi kawah. Banyak terdapat batu – batu besar dan ditumbuhi tanaman edelweis. Dari puncak gunung Sindoro pemandangan ke arah selatan terlihat gunung Sumbing sangat indah sekali. Sedikit ke arah timur nampak gunung Merbabu dan gunung Merapi yang diselimuti awan.


Kawah gunung Sindoro cukup luas, pendaki dapat turun ke dasar kawah. Di musim penghujan kawah ini akan terisi oleh air membentuk danau kawah, sehingga pendaki dapat mandi serta mengambil air bersih dari danau kawah. Di musim kemarau kawah gunung Sindoro masih menyisakan genangan – genangan air yang bercampur dengan belerang sehingga terasa asam bila diminum.

Mendaki Gunung Semeru #2

Transportasi dari Jakarta menuju TNBTS
Dari pasar genjing ke stasiun pasar senen menggunakan angkot M35 Rp 3.000, lalu dari stasiun pasar senen menggunakan kereta api ekonomi MATARMAJA menuju stasiun kota baru malang, harga tiket kereta api ekonomi MATARMAJA Rp 51.000,- Sesampainya di stasiun kota baru malang disarankan untuk menyewa angkot untuk langsung menuju pasar tumpang dengan tarif Rp 10.000/orang, atau dari stasiun kota baru malang naik angkot jurusan terminal arjosari seharga Rp 4.000 dilanjut ke pasar tumpang Rp 4.000,- Dari Pasar tumpang menggunakan mobil jeep untuk menuju resort ranupani harga sewa mobil jeep Rp 450.000,- Kapasitas mobil jeep mampu mengangkut sebanyak 13 – 15 orang, maka Rp 450.000 : 13 orang = Rp 34.615/orang (genap Rp 35.000/orang untuk sewa jeep). Setelah itu melakukan registrasi dengan membayar retribusi sebesar Rp 7.000 (umum) di Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang berada di Jl. Raya Tulus Ayu Telp. 0341-787972 Tulusbesar Tumpang Malang.

Transportasi dari TNBTS ke Jakarta
Dari resort ranupani menuju pasar tumpang bisa menggunakan mobil jeep seharga Rp 450.000 (dibagi banyaknya jumlah rombongan maka dapat ditentukan harga perindividu) atau menggunakan truk sayur seharga Rp 30.000/orang (disarankan pada pagi hari sekitar pukul 08:00 sudah bersiap – siap di resort ranupani). Atau jika anda ingin meneruskan pendakian ke gunung bromo anda bisa naik truk sayur dengan membayar Rp 15.000/orang lalu turun di pertigaan jemplang. Dari pasar tumpang disarankan untuk menyewa angkot untuk langsung menuju stasiun kota baru malang, sekitar Rp 10.000/orang. Dari stasiun kota baru malang menuju stasiun jatinegara menggunakan kereta api MATARMAJA Rp 51.000/orang. Dari stasiun jatinegara menggunakan APB turun di Jl. Kayumanis 1 Baru, tarir APB Rp 3.000,- Estimasi biaya transportasi sebesar Rp 250.000/orang.

Point yang harus diingat
1. Persiapkan mental dan fisik, rencana perjalanan, keuangan serta perlengkapan baik individu maupun kelompok.
2. Naik kereta ekonomi (MATARMAJA) sebaiknya naik dari stasiun pasar senen, atau naik dari stasiun kota dan memesan tiket kereta 3 – 4 sebelum pemberangkatan. Sebaiknya tiba di stasiun pasar senen sebelum pukul 14:00 wib. Karena Kereta api ekonomi matarmaja berangkat dari stasiun pasar senen pukul 14:00 wib.
3. Tiba di stasiun kota baru malang, kurang lebih perjalanan di kereta hampir 20 jam.
4. Setibanya di stasiun kota baru malang dilanjut menuju pasar tumpang dengan menyewa mobil yang berada di depan stasiun. Anda akan diantar ke pos yang berada di pasar tumpang.
5. Jangan lupa membawa surat kesehatan dari dokter, kartu identitas diri seperti KTP, KTM, SIM dll. Serta masing – masing di fotocopy sebanyak 2 lembar dan bawa juga 1 lembar materai 6000 (satu TEAM). Jika anda tidak membawa surat kesehatan dari dokter atau belum memfotocopy kartu identitas diri jangan khawatir karena di pasar tumpang tersedia.
6. Dilanjut ke Ranu Pane dengan menggunakan mobil jeep yang sudah tersedia, sebelum sampai di ranupani anda akan di ajak ke Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk mengisi/ meregistrasi identitas diri.
7. Kembali meneruskan perjalanan dengan menggunakan mobil jeep, dan memasuki kawasan taman nasional bromo tengger semeru.
8. Tiba di ranupani, mengkonfirmasi pendakian di resort ranupani.
9. Meneruskan perjalanan ke ranu kumbolo, perlu di ingat untuk mencapai ranu kumbolo dari jalan beraspal ranupani anda ke kanan menuju pintu masuk hutan dan ke kiri mengikuti jalan setapak yang ditandai dengan 3 buah patok berwarna kuning.
10. Tiba di ranu kumbolo. (Silahkan beristirahat mendirikan tenda) Perkiraan waktu yang dibutuhkan dari ranupani ke ranu kumbolo mencapai 4 jam.
11. Tanjakan Cinta.
12. Oro – Oro Ombo.
13. Kalimati (Silahkan mendirikan tenda). Perkiraan waktu yang dibutuhkan dari ranu kumbolo ke kalimati mencapai 6 jam. Masih ada sumber air di sumber mani.
14. Arcopodo (Dapat mendirikan tenda pula)
15. Cemoro Tunggal nya sudah roboh.
16. Puncak MAHAMERU. Jika ingin menggapai puncak disarankan start dari kalimati pukul 02:00 malam, dan jangan berlama – lama diatas puncak MAHAMERU karena para pendaki diwajibkan untuk turun dari puncak sebelum pukul 10:00 dikarenakan adanya gas beracun dari kawah jonggring saloka.

Untuk melihat hasil foto silahkan klik disini.